Breaking News:

Bisnis

NIK dan Nomor Telepon Jadi Syarat Pendaftaran Hibah Produktif Bagi Pelaku Usaha Mikro & Ultra Mikro

Pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang ingin mendaftar hibah produktif yang diusung pemerintah melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) harus

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kepala bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, saat ditemui Tribun Jogja pada Kamis (13/08/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nnada Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang ingin mendaftar hibah produktif yang diusung pemerintah melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) harus melengkapi data verifikasi yang sudah ditentukan.

Kepala bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi para pelaku usaha dalam program hibah ini.

"Jadi, ada syarat pendataan yang harus dilengkapi seperti nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, alamat rumah, dan nama usaha," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Kamis (13/08/2020).

Di mana, lanjut Agus, pelaku usaha harus bisa melengkapi persyaratan tersebut Karena, nantinya data tersebut akan dikirim ke pusat untuk proses selanjutnya.

Diskop UKM DIY Gelar Pendataan Program Hibah Produktif bagi Pelaku Usaha Mikro dan Ultra Mikro

Nantinya, yang memutuskan pelaku usaha bisa menerima dana hibah juga ditentukan oleh pusat.

"Sebaik mungkin harus lengkap. Karena, nanti data itu yang disortir untuk mendapatkan dana hibah," ujarnya.

Adapun, penggunaan NIK pada pendaftaran untuk meminimalisir adanya ketidaktepatan penerimaan dana hibah.

Di mana, NIK digunakan sebagai alat indikasi hubungan antar pelaku usaha dengan perbankan.

"Jadi NIK ini penting sekali untuk menghindari ketidaktepatan sasaran dana hibah. Dengan NIK pihak jasa pembiayaan dapat melacak melalui sistem layanan informasi keuangan (SLIK) dan sitem informasi debitur (SID) terkait pinjaman dari pelaku usaha tersebut, sehingga risiko salah sasaran menjadi lebih kecil," ucapnya.

Sementara itu, penggunaan nomor telepon merupakan syarat baru dalam data hibah produktif ini.

Pemkot Yogya Gelar UMKM Jogja Bangkit Sebagai Dukungan pada Pelaku Usaha di Yogyakarta

Nantinya, nomor telepon digunakan untuk syarat verifikasi. Pelaku akan ditelpon langsung oleh pusat untuk memastikan keaslian data.

"Nomor telepon syarat terbaru dari program hibah ini. Di mana, awalnya kami sempat mengalami kesulitan karena tidak semua pelaku usaha memiliki ponsel. Akhirnya, setelah berembuk diperbolehkan memakai nomor telepon anggota keluarga terdekat," ujarnya.

Sementara itu, Agus menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu terkait pedoman resmi yang dikeluarkan pemerintah terkait hibah produktif.

"Sejauh ini, pihak kami hanya bisa mendata sesuai yang diarahkan dari pusat. Karena, memang pedoman resmi terkait hibah produktif belum keluar. Maka, pemantauan dan perkembangan harus terus dilakukan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM).

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved