Batu Diduga Anak Tangga Ondo Budho Ditemukan di Gunung Sipandu Dieng, Begini Kondisinya

Batu Diduga Anak Tangga Ondo Budho Ditemukan di Gunung Sipandu Dieng, Begini Kondisinya

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Ada sisi yang berlubang pada struktur batu diduga Ondo Budho di Gunung Sipandu Dieng 

Gunung Sipandu adalah jalur pintas untuk mencapai Dieng dari wilayah utara atau Batang.

Belanda menyebut ada 8 situs Ondo Budho di kawasan Dieng dari berbagai penjuru mata angin.

Ondo dari berbagai arah itu menuju tempat sama, yakni pusat peribadatan Dieng yang kini dikenal sebagai komplek Candi Arjuna Dieng Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur.

Dari arah selatan Dieng, sebelumnya sudah ditemukam situs Ondo Budho di Desa Sikunang Kecamatan Kejajar Wonosobo.

Di sisi utara Dieng, baru-baru ini ditemukan situs diduga Ondo Budho di gunung Sipandu.

Meski belum ditemukan bangunan tangga yang masih utuh seperti di situs Sikunang.

"Yang dari selatan dan utara sudah ditemukan, dari arah lain belum ditemukan," katanya.

Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Fetish Bungkus Kain Jarik Ditangkap di Kapuas

Viral Medsos, Warga Bangka Tangkap Buaya Raksasa, Diusung Pakai Buldozer

Update Pencarian Korban Tenggelam Pantai Goa Cemara, Penyisiran Dilakukan hingga Pantai Cangkring

Belum Terpecahkan

Misteri situs diduga Ondo Budho di bukit Sipandu Dieng masih belum terpecahkan.

Setelah diketahui keberadaannya, situs itu sempat diteliti oleh arkeolog Aryadi Darwanto.

Bangunan yang tersusun dari batu-batu balok sepanjang sekitar 40 cm itu mulanya hanya terlihat sepanjang sekitar 10 meteran.

Tetapi setelah tanah terusannya digali, susunan batu itu ternyata masih menyambung dan belum diketahui sampai mana ujungnya lantaran terkubur tanah.

Aryadi kemudian menggali sedikit tanah di sisi struktur batu yang ditemukan.

Ternyata, anak tangga untuk menyimpulkan situs itu sebagai Ondo Budho juga belum ditemukan.

Ia justru menemukan batu berbentuk lempeng atau persegi yang memiliki permukaan halus. Tetapi bagian bawahnya yang menempel tanah tidak rata alias kasar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved