Update Corona di DI Yogyakarta

Penjualan di Pasar Kranggan Yogyakarta Belum Optimal

Pedagang di Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta mengaku penjualan masih belum optimal meski mulai adanya pelonggaran aktivitas ekonomi.

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Pedagang sayur di pasar Kranggan, kota Yogyakarta, sedang menata dagangannya pada Kamis, (06/08/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pedagang di Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta mengaku penjualan masih belum optimal meski mulai adanya pelonggaran aktivitas ekonomi.

Seorang penjual sayuran di pasar Kranggan, Sugiati (60) menuturkan penjualan selama Maret hingga Juli 2020 terus alami penurunan permintaan.

"Omzet merosot hingga 50 persen, padahal rata-rata harga sayuran murah dibandingkan sebelum adanya pandemi," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Kamis (06/08/2020).

Tak adanya pembeli, membuat ia tak berani menjual sayuran dalam porsi besar. 

Setelah Tutup Tiga Hari, Aktivitas Pasar Kranggan Normal Kembali

Biasanya, kata Sugiarti, dalam kondisi normal dirinya menjual sayur hingga 1 kuintal.

Kini, sayur yang di jualnya hanya sebanyak  sekitar 30 kilogram.

"Sekarang, ambil sayur sedikit saja. Paling banyak 30 kilogram untuk sayur. Sedangkan, untuk jenis rimpang masing-masing hanya 5 kilogram per harinya. Padahal biasanya ambil sebanyak 8 kilogram per hari," ucapnya.

Hal serupa pun dirasakan Sutinah (40) penjual bahan  bumbu dapur.

Di mana dirinya mengaku penjualan bumbu dapur masih sepi meskipun sudah ada pelonggaran aktivitas.

"Masih sepi, ini saja bawang putih stok 5 kilogram sudah 4 hari belum habis. Dulu, dalam sehari bisa terjual hingga 10 kilogram," jelasnya.

Unik, Lemari Makan Gratis Ajak Warga Jogja Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara itu, Sutinah mengatakan, harga bahan dapur masih relatif stabil hanya saja pada komoditi cabai merah keriting yang mengalami kenaikan.

Sedangkan, pada komoditi bahan dapur lainnya seperti tomat, bawang merah, dan bawang putih masih stabil.

"Memang cabai merah keriting naik harga nya menjadi Rp25 ribu per kilogram. Biasanya hanya sekitar Rp16 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang merah dan putih tergolong normal dengan masing-masing Rp30 per kilogram dan Rp24 per kilogram. Begitu pun , tomat malah tidak ada kenaikan sama sekali di harga Rp6ribu per kilogram," jelasnya.

Sutinah menuturkan, sepinya  pembeli imbas dari tak beroperasinya kampus dan sekolah selama pandemi.

Padahal, dukunya pangsa pasarnya kebanyakan berasal dari rumah makan dan warung-warung yang ada di sekolah dan kampus. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved