Hasto Wardoyo Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UNY
Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo menerima gelar Doktor Kehormatan 'Honoris Causa' bidang Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat Vokasional dari UNY
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menerima gelar Doktor Kehormatan 'Honoris Causa' bidang Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat Vokasional dari UNY pada Sabtu (1/8/2020).
Pada kesempatan ini, Hasto membacakan orasi ilmiahnya yang berjudul 'Peran Pendidikan Vokasional Untuk Mewujudkan Kemandirian di Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Kulon Progo'.
Pendidikan vokasi menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana.
Pengertian ini mengandung makna bahwa pendidikan vokasi dilaksanakan secara formal dalam sistem persekolahan pada jenjang pendidikan tinggi.
Hasto memunculkan semangat membangun daerah dan kemandirian ekonomi untuk kesejahteraan rakyat melalui kebijakan-kebijakan pemerintah Kabupaten.
Dari sini, maka dilahirkan gerakan “Bela dan Beli Kulon Progo” dengan dua makna yaitu pertama gerakan ideologis untuk membela bangsa sendiri dengan membela produknya
Makna yang kedua yakni membeli produk sendiri yang secara ekonomi, rakyat akan membangun sistem kendali dan meningkatkan peredaran uang di lokal.
"Bela kita harus mempunyai ideologi yang kuat untuk membela bangsa ini harus digelorakan. Beli itu punya makna kuat bahwa kita harus bisa mengkonsumsi produk sendiri dalam arti berdikari dalam bidang ekonomi," kata dia.
Gerakan ini menjadi bagian dari perubahan paradigma dan cara berpikir yang akan merubah pola pikir, pola sikap, pola kerja bagi birokrasi, perangkat desa dan masyarakat.
• Besaran Gaji PNS Golongan I, II, III Hingga IV Bea Cukai
Hasto mengungkapkan masa pandemi ini menjadi kesempatan emas untuk menguasai produk sendiri.
"Marilah pandemi ini kita pakai untuk deglobalisasi jadi kalau kalau dulu globalisasi terus kita banyak makan produk impor maka pandemi terjadi di deglobalisasi," ungkapnya.
Menurutnya, deglobalisasi menjadi kesempatan baik untuk menggeser kepemilikan modal dari segelintir orang kepada banyak orang.
"Sebetulnya itu yang kami harapkan sehingga masukkan kami bantuan pangan non tunai ini yang harus dipakai untuk membeli produk lokal harus dipakai membeli produk lokal," kata dia.
Sejumlah langkah telah dijalankan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Kulon Progo di antaranya mewajibkan PNS membeli beras dari petani Kulon Progo sebanyak 10 kg/bulan.
Selain itu juga melakukan diversifikasi PDAM Kulon Progo dengan membuat air minum dalam kemasan “Air-Ku” karena melihat hampir semua kebutuhan masyarakat dalam setiap acara tidak merebus air sendiri melainkan membeli air minum dalam kemasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hasto-wardoyo-terima-gelar-doktor-honoris-causa-dari-uny.jpg)