Yogyakarta
DPRD DIY Ragu Alokasi Danais Efektif Tekan Angka Kemiskinan
Dwi Wahyu Budiantoro melihat penggunaan Danais cenderung lebih dominan untuk kegiatan seni di atas panggung, bukan mengungkit perekonomian.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Dwi Wahyu Budiantoro menyebut, pengalokasian Dana Keistimewaan (Danais) di wilayah setempat dianggap telah bergeser dari tujuan utamanya yakni menyejahterakan masyarakat.
Dana yang setiap tahun mengucur ke Pemda DIY tersebut merupakan konsekuensi dari pemberlakuan Pasal 42 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tahun ini pusat menggelontorkan Rp1,32 triliun.
Sementara, pada Triwulan II tahun 2020 capaian kinerja pelaksanaan Danais lebih rendah dibanding triwulan yang sama tahun lalu.
• BREAKING NEWS : Tambah 64 Kasus Baru, Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 di DIY
Penyebabnya adalah pandemi Covid-19.
Memang terdapat peningkatan kinerja fisik terutama pada urusan tata ruang.
Dwi Wahyu ragu penggunaan Danais telah tepat dalam menekan angka kemiskinan dan dari paramater apa keberhasilan Danais bisa dilihat.
"Sekarang pertanyaannya, dari tahun 2013 sampai hari ini tahun 2020, Danais menurunkan angka kemiskinan berapa?” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (1/8/2020).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ini melihat penggunaan Danais cenderung lebih dominan untuk kegiatan seni di atas panggung, bukan mengungkit perekonomian.
“Ming performance thok. Kebudayaan juga meliputi pertanian dan wisata,” ungkapnya.
• DPRD DIY Minta Danais Ikut Disertakan dalam Proses Recovery Ekonomi Daerah
Mestinya, kata dia, penggunaan Danais mengedepankan capaian bukan serapan.
Selain itu, juga tersalur secara terukur sehingga berdampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Angka kemiskinan masih tinggi. Kalau kita gelontorkan Danais tahun ini sebesar Rp1,32 triliun berapa sih yang bisa untuk menurunkan angka kemiskinan. Kita kan nggak pernah tahu,” kata dia.
Menurut dia, sampai saat ini belum ada kajian sampai seberapa besar Danais mampu menurunkan angka kemiskinan di Provinsi DIY.
Dengan kata lain harus ada evaluasi.
Dwi berpendapat ada kesan Pemda DIY mengejar serapan bukan capaian dengan tujuan supaya tahun depan memperoleh kembali. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)