Rupiah dan Harga Emas Melemah di Pasar Spot Kamis 30 Juli 2020
Pukul 11.43 WIB, rupiah di pasar spot ada di Rp 14.610 per dolar Amerika Serikat, melemah 0,46% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.543 per dolar
Tribunjogja.com JAKARTA -- Rupiah di pasar spot terus melemah hingga Kamis (30/7/2020) siang.
Pukul 11.43 WIB, rupiah di pasar spot ada di Rp 14.610 per dolar Amerika Serikat, melemah 0,46% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.543 per dolar AS.
Di Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya, seperti dolar Singapura yang melemah 0,16%.
Yen Jepang melemah 0,14%, won Korea melemah 0,02%.
Rupee India melemah 0,01% dan ringgit Malaysia melemah 0,005% terhadap dolar AS.
Sementara itu, mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS hingga siang hari ini.
Dolar Taiwan memimpin penguatan mata uang Asia terhadap dolar AS dengan kenaikan 0,24%.
Disusul pesso Filipina yang naik 0,18%, yuan China naik 0,05%, baht Thailand naik 0,01%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 93,40, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 93,45.
Sementara Harga emas melemah di pasar spot.
Melansir Bloomberg pada Kamis (30/7) pada pukul 11.10 WIB harga emas spot berada di level US$ 1.964,44 per ons troi alias melemah 0,32%.
• Penjualan Emas Batangan di Pegadaian Galeri 24 di Yogyakarta Mengalami Kenaikan
Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2020 menguat 0,30% ke level US$ 1.982,70 per ons troi.
Sebelumnya kenaikan harga emas terdorong oleh pernyataan The Fed yang akan menggunakan seluruh instrumennya untuk mendukung perekonomian dan memperingatkan bahwa peningkatan kasus virus corona akan membebani prospek pemulihan ekonomi.
The Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada kisaran 0%-0,25% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Juli 2020.
"Kami melihat beberapa tanda dalam beberapa pekan terakhir bahwa peningkatan kasus virus corona dan langkah-langkah baru untuk mengendalikannya mulai membebani aktivitas ekonomi," kata Powell dalam konferensi pers setelah rilis pernyataan kebijakan terbaru bank sentral AS seperti dikutip Reuters.