Yogyakarta

RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede Siap Berekspansi Menuju RSU PKU Kotagede

Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah Kotagede sedang mempersiapkan diri untuk pengembangan menjadi Ru

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Rapat koordinasi restrukturisasi RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede menuju RSU PKU Muhammadiyah Kotagede, Sabtu (25/7/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah Kotagede sedang mempersiapkan diri untuk pengembangan menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Kotagede dengan keunggulan pelayanan ibu dan anak.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) PKU Muhammadiyah Kotagede, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali.

“Telah kami bahas dalam rapat koordinasi restrukturisasi RSKIA menuju RSU PKU Kotagede dengan unggulan pelayanan ibu dan anak pada Sabtu (25/7/2020),” ujar Nur kepada Tribunjogja.com, Senin (27/7/2020).

UMY Produksi Face Shield Mandiri dan Akan Dibagikan ke Rumah Sakti, Khususnya RS PKU di Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, lanjutnya, ikut memberi arahan H. Darwinto Nawawi selaku Ketua Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede dan dihadiri Plt Direktur dr. Cicih Wahyu Adiningsih beserta jajaran direksi dan pengurus harian PCM, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), dan BPH.

Nur menjelaskan, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MPKU 2018 dibahas tentang tiga strategi PKU Muhammadiyah ke depan, di antaranya peningkatan kapabilitas, sinergitas, dan ekspansi. Tiga hal ini pula yang menjadi fokus utama pengembangan RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede.

“Untuk peningkatan kapabilitas kami lakukan lewat beberapa hal, di antaranya pelatihan manajemen, pelatihan Kemuhammadiyahan, diklat kompetensi, peningkatan sistem IT, dan perluasan pasar non-BPJS,” tutur Nur.

Sementara, dalam rangka sinergi, pihaknya aktif menjalin kerja sama dengan banyak pihak. Di antaranya, pemerintah kota, dinas kesehatan, kementerian agama, kecamatan, kelurahan, RT, dan RW.

Selanjutnya dengan MPKU Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM), MPKU Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM), MPKU PCM, PKU Kota Yogyakarta, PKU Bantul, BPJS, Bank Syariah Mandiri (BSM), Muamalat, BDW, BPD Syariah, AUM Pendidikan, masjid, mushola, dan dokter-dokter sekitar rumah sakit.

Pertama Kali Dalam Sejarah, Muhammadiyah Gelar Tanwir Secara Daring

Sedangkan, untuk program ekspansi pihaknya bersiap dalam menaikkan status RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede menjadi RSU PKU Muhammadiyah Kotagede, pembangunan fisik baru, penambahan layanan dan tempat tidur, serta rumah sakit beranak klinik.

“PKU Muhammadiyah harus berpikir secara glokal, yakni berpikir global dan bertindak lokal. Dengan cara meningkatkan daya saing, lebih kuat secara bisnis dan pengelolaan yang lebih profesional. Serta konsep holding, tantangan terhadap disrupsi dan perubahan teknologi,” pungkas Nur. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved