Breaking News:

Pendidikan

KKN UGM Kembangkan Potensi Wisata Biak

Selama 50 hari tim KKN Biak diterjunkan secara daring di Kampung Anggaduber, Distrik Oridek, Biak Timur.

Tangkapan Layar ugm.ac.id
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 29 mahasiswa UGM melakukan Kuliah Kerja Nyata di Biak, Indonesia Timur yang mengusung tema “Pengembangan Potensi Wilayah dan Sumber Daya Lokal untuk Peningkatan Kesejahteraan”. 

Selama 50 hari tim KKN Biak diterjunkan secara daring di Kampung Anggaduber, Distrik Oridek, Biak Timur.

Sekar Aulia selaku Koordinator Tim KKN mengatakan timnya akan mengembangkan potensi yang dimiliki dari Kabupaten Biak Numfor dengan daya tarik yang dimiliki.

"Jenis pariwisata yang ada di Kabupaten Biak Numfor didominasi oleh jenis wisata alam berupa pantai dengan hamparan pasir putih serta beberapa wisata sejarah peninggalan perang dunia II seperti Goa Jepang," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2020).

Lonjakan Kasus di DIY Tinggi, Ahli Epidemiologi UGM Sebut Reproduksi Covid-19 Bisa Jadi Naik

Tim KKN UGM di Biak menuangkan ide-ide kreatif dengan menyusun dan merancang program-program pengembangan dan pemberdayaan potensi lokal agar bermanfaat bagi masyarakat daerah.

Pengembangan yang akan dilakukan yakni kegiatan promosi wisata dan aspek lain yang bisa mendukung pariwisata.

Divisi pariwisata melakukan perencanaan pengembangan objek pariwisata dengan mengandalkan modul pemetaan sekaligus persiapan pokdarwis menghadapi normal baru di sektor pariwisata.

"Untuk aspek lainnya adalah pembuatan tourism information center yang sekaligus juga untuk penjualan oleh-oleh dari UMKM setempat, ada juga protokol kesehatan yang mendukung pariwisata saat kondisi new normal,"

Sedangkan Divisi UMKM mengembangkan sekaligus mendirikan BUMDes serta membantu pengolahan hasil perikanan melalui pelatihan dan manajemen keuangan.

Divisi infrastruktur melakukan pengembangan potensi pariwisata melalui dukungan pembangunan fasilitas penunjang.

Divisi pendidikan fokus pada pendidikan formal, maupun non formal, seperti psikoedukasi menghadapi pandemi, perilaku hidup bersih dan sehat, penanaman budaya menabung, dan sebagainya.

Divisi kesehatan berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan melalui beberapa program, salah satunya optimalisasi gizi ibu menuju anak sehat dan catatan riwayat kesehatan.

Divisi pemerintah berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang komprehensif.

“Dari keseluruhan divisi, output yang dihasilkan diantaranya dapat berupa modul, poster, ebook, sketsa, materi audio, videografis, webinar, podcast, bahan presentasi pengenalan program, dan pengembangan konsep website," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved