Bisnis

Dampak Pandemi Covid-19, Penjualan Properti di DIY Turun Sekitar 50 Persen

Ketua DPD REI DIY, Rama Adyaksa Pradipta mengatakan, terjadi penurunan penjualan di kisaran kurang lebih 50 persen jika dibandingkan sebelum masa pand

TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY Rama Adyaksa Pradipta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penjualan properti di DIY sangat dipengaruhi dengan adanya pandemi Covid-19 sekarang ini.

Ketua DPD REI DIY, Rama Adyaksa Pradipta mengatakan, terjadi penurunan penjualan di kisaran kurang lebih 50 persen jika dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19.

Dengan penurunan sebesar 50 persen tersebut baru sekitar 300 unit rumah yang baru dijual.

Terlebih melihat karakter customer di Kota Yogyakarta yang sebagian konsumennya bermotif investasi.

Percepat Pengamanan Aset Tanah dan Properti, PLN Gandeng Kanwil BPN se-Jateng

"Pada masa pandemi Covid-19 ini, dengan motif investasi semua konsumen memilih menunda keputusan pembelian. Sehingga sekitar 300 unit rumah yang terjual itu benar-benar konsumennya yang membeli hunian sebagai kebutuhan pokok di kisaran harga dibawah Rp 700 juta," tuturnya saat dihubungi Tribunjogja.com Senin (27/7/2020).

Ia mengungkapkan, konsumen yang membeli hunian sebagai kebutuhan pokok berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Sedangkan untuk investasi atau rumah kedua berasal dari kalangan menengah ke atas.

Lebih lanjut, kata dia sebelum masa pandemi Covid-19 harga di atas Rp 700 juta masih laku kencang di pasaran karena memang bertujuan untuk investasi properti.

Namun, karena Covid-19 ini yang membeli properti sebagai investasi mengalami penurunan secara drastis jadi hanya konsumen yang membeli rumah sebagai hunian kebutuhan pokok.

"Yang di subsidi pemerintah pun terbatas dengan harga Rp 150 juta dan di DIY suplainya juga tidak terlalu banyak. Karena 90 persen di Yogyakarta adalah komersial dan 10 persen rumah subsidi," ucap Rama.

Kisah Pemilik Rumah Reyot di Tengah Kawasan Apartemen, Tolak Tawaran Rp3 M dan Satu Unit Properti

Terkait mengenai target penjualan properti di tahun 2020 ini juga belum bisa ditentukan.

"Kalau tahunannya pada kondisi normal sekitar 1500 unit rumah. Namun kita belum tahu dampak Covid-19 ini sampai akhir 2020 seperti apa. Kalau target kita belum bisa menentukan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk harga properti di tengah pandemi Covid-19 juga tidak ada penurunan dibandingkan kondisi normal. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved