UPDATE Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Indonesia, Uji Klinis Tahap 3 Libatkan 1.620 Sukarelawan
Penjelasan Presiden soal vaksin Virus Corona. Rencananya, uji klinis calon vaksin Sinovac China ini bakal dilakukan pada awal Agustus
"Karena kita ketahui bahwa vaksin baru bisa beredar di awal tahun depan," kata Erick.
Alasan Pilih Sinovac
Direktur PT Bio Farma, Honesti Basyir, mengungkapkan alasan dibalik pemilihan vaksin Covid-19 buatan China tersebut.
Basyir mengungkapkan alasan Indonesia memilih vaksin dari perusahaan China, Sinovac.
Menurut dia, vaksin Sinovac dipilih karena pengembangannya berlangsung cepat.
Honesti menjelaskan, semua vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan di seluruh dunia akan melalui tahapan uji praklinis, uji klinis fase 1, fase 2, dan fase 3 sebelum mendapatkan ijin edar dari regulator masing-masing negara.
Menurut dia, saat ini rata-rata perusahaan produsen vaksin dunia baru mencapai tahap uji praklinis ataupun uji klinis fase 1. Namun, Sinovac sudah menyelesaikan uji klinis fase 2.
" Vaksin dari Sinovac termasuk yang paling cepat pengembangannya, saat ini sudah selesai uji klinis tahap 2 dan akan berlanjut ke uji klinis tahap 3," kata Honesti kepada Kompas.com, Rabu (22/7/2020).
Di sisi lain, Honesti menegaskan bahwa Indonesia juga membutuhkan akses cepat terhadap ketersediaan vaksin.
Sebab, saat ini puluhan juta rakyat harus keluar rumah tiap hari untuk mencari nafkah dan mereka berisiko besar terpapar virus corona.
"Kita butuh akses cepat untuk ketersediaan vaksin karena ini peluang terbaik untuk kembali normal lagi," katanya.
Meski pengembangan vaksin Sinovac berjalan cepat, Honesti memastikan bahwa proses dan tahapannya sudah dilakukan dengan baik.

Hasil uji praklinis vaksin Sinovac pada hewan sudah memberi hasil yang memenuhi syarat, dan telah dipublikasikan di Journal Science.
Kemudian, uji klinis fase 1 di China memberi hasil aman untuk aspek safety.
Uji klinis fase 2 di China memberi hasil imunogenisitas atau khasiat yang baik.