Wabah Virus Corona

Lelah Hadapi Virus Corona? Lakukan 3 Tindakan Sederhana yang Bisa Hentikan Pandemi COVID-19 Ini!

Ada tiga tindakan sederhana yang dinilai dapat menghentikan pandemi ini, di antaranya sebagai berikut.

Editor: Rina Eviana
AFP/FABRICE COFFRINI
Dua orang wanita menjaga jarak sosial saat mengobrol di kursi taman di Jenewa, Swiss, 18 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pandemi COVID-19 hingga kini belum juga usai. Lebih dari 15 juta orang di dunia sudah terinfeksi Virus Corona dan 620 ribuan di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu di Indonesia dengan angka kasus terbaru per Rabu (22/7/2020), 91.751 kasus.

Penyebaran Virus Corona baru yang semakin meluas ini diakibatkan kurangnya penerapan aturan protokol kesehatan oleh sebagian masyarakat.

Foto ini diabadikan pada 8 April 2020, mayat dipindahkan dari truk pendingin yang berfungsi sebagai kamar mayat sementara ke sebuah kendaraan di Pusat Rumah Sakit Brooklyn, di Borough of Brooklyn di New York.
Foto ini diabadikan pada 8 April 2020, mayat dipindahkan dari truk pendingin yang berfungsi sebagai kamar mayat sementara ke sebuah kendaraan di Pusat Rumah Sakit Brooklyn, di Borough of Brooklyn di New York. (Bryan R. Smith / AFP)

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine, seperti dikutip dari CNN, ada tiga tindakan sederhana yang dinilai dapat menghentikan pandemi ini, di antaranya sebagai berikut.

1. Mencuci tangan secara teratur

2. Mengenakan masker wajah

3. Menjaga jarak sosial atau jarak fisik ( physical distancing) satu sama lain

Dalam studi tersebut diungkapkan dengan menciptakan model baru untuk melihat penyebaran penyakit dan upaya pencegahan yang dapat membantu menghentikan pandemi global ini.

Menurut para peneliti di University Medical Center Utrecht, tingkat kontak dalam penelitian ini didasarkan pada interaksi orang-orang di Belanda, namun model ini diklaim sesuai untuk diterapkan di negara-negara Barat lainnya.

"Epidemi besar dapat dicegah jika kemanjuran dari tindakan ini dapat melebihi 50 persen," kata peneliti.

Namun, menurut model ini, jika masyarakat terlambat menyadari manfaat dari tindakan ini, dan cenderung mengabaikan, dan akhirnya tidak mengubah perilaku, maka kasus infeksi akan terus meningkat. Studi ini juga menemukan apabila pemerintah dapat lebih awal menutup, tetapi tidak ada yang mengambil langkah-langkah perlindungan pribadi tambahan, ini akan menunda namun tidak mengurangi puncak kasus.

Menurut peneliti, intervensi dalam tiga bulan akan menunda puncaknya, paling banyak hingga tujuh bulan. Jika jarak fisik (physical distancing) dipaksakan pemerintah dikombinasikan dengan kesadaran penyakit dan upaya pribadi, maka ketinggian puncak dapat dikurangi.

Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.
Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter. ((KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))

Bahkan, setelah pemerintah memberlakukan perintah jarak sosial. Lihat Foto ilustrasi masker(reuters.com)

"Secara praktis, ini berarti bahwa SARS-CoV-2 tidak akan menyebabkan wabah besar di negara yang 90 persen populasi masyarakatnya mengadopsi cuci tangan dan jarak sosial yang berkhasiat 25 persen," tulis peneliti.

UPDATE Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Indonesia, Uji Klinis Tahap 3 Libatkan 1.620 Sukarelawan

Bahkan dengan jarak sosial yang ditentukan sendiri, kontak dengan orang lain mungkin tidak sepenuhnya dihilangkan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved