Wabah Virus Corona
Lelah Hadapi Virus Corona? Lakukan 3 Tindakan Sederhana yang Bisa Hentikan Pandemi COVID-19 Ini!
Ada tiga tindakan sederhana yang dinilai dapat menghentikan pandemi ini, di antaranya sebagai berikut.
TRIBUNJOGJA.COM - Pandemi COVID-19 hingga kini belum juga usai. Lebih dari 15 juta orang di dunia sudah terinfeksi Virus Corona dan 620 ribuan di antaranya meninggal dunia.
Sementara itu di Indonesia dengan angka kasus terbaru per Rabu (22/7/2020), 91.751 kasus.
Penyebaran Virus Corona baru yang semakin meluas ini diakibatkan kurangnya penerapan aturan protokol kesehatan oleh sebagian masyarakat.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine, seperti dikutip dari CNN, ada tiga tindakan sederhana yang dinilai dapat menghentikan pandemi ini, di antaranya sebagai berikut.
1. Mencuci tangan secara teratur
2. Mengenakan masker wajah
3. Menjaga jarak sosial atau jarak fisik ( physical distancing) satu sama lain
Dalam studi tersebut diungkapkan dengan menciptakan model baru untuk melihat penyebaran penyakit dan upaya pencegahan yang dapat membantu menghentikan pandemi global ini.
Menurut para peneliti di University Medical Center Utrecht, tingkat kontak dalam penelitian ini didasarkan pada interaksi orang-orang di Belanda, namun model ini diklaim sesuai untuk diterapkan di negara-negara Barat lainnya.
"Epidemi besar dapat dicegah jika kemanjuran dari tindakan ini dapat melebihi 50 persen," kata peneliti.
Namun, menurut model ini, jika masyarakat terlambat menyadari manfaat dari tindakan ini, dan cenderung mengabaikan, dan akhirnya tidak mengubah perilaku, maka kasus infeksi akan terus meningkat. Studi ini juga menemukan apabila pemerintah dapat lebih awal menutup, tetapi tidak ada yang mengambil langkah-langkah perlindungan pribadi tambahan, ini akan menunda namun tidak mengurangi puncak kasus.
Menurut peneliti, intervensi dalam tiga bulan akan menunda puncaknya, paling banyak hingga tujuh bulan. Jika jarak fisik (physical distancing) dipaksakan pemerintah dikombinasikan dengan kesadaran penyakit dan upaya pribadi, maka ketinggian puncak dapat dikurangi.

Bahkan, setelah pemerintah memberlakukan perintah jarak sosial. Lihat Foto ilustrasi masker(reuters.com)
"Secara praktis, ini berarti bahwa SARS-CoV-2 tidak akan menyebabkan wabah besar di negara yang 90 persen populasi masyarakatnya mengadopsi cuci tangan dan jarak sosial yang berkhasiat 25 persen," tulis peneliti.
• UPDATE Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Indonesia, Uji Klinis Tahap 3 Libatkan 1.620 Sukarelawan
Bahkan dengan jarak sosial yang ditentukan sendiri, kontak dengan orang lain mungkin tidak sepenuhnya dihilangkan.