Update Corona di DI Yogyakarta
Kasus COVID-19 Melonjak, Pemkab Gunungkidul Wacanakan Swab Massal
Pemkab Gunungkidul menargetkan seribu orang yang akan menjalani tes PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan pengambilan swab.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Selama beberapa waktu terakhir, wilayah Kabupaten Gunungkidul terus mencatatkan lonjakan kasus baru positif COVID-19.
Bahkan pada Rabu (22/07/2020) lalu tercatat rekor penambahan 10 kasus dalam sehari.
Berkaitan dengan kondisi tersebut, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).
"Saat rapat tadi sore (kemarin), kami memutuskan untuk segera melakukan swab massal," kata Immawan lewat pernyataannya pada wartawan, Rabu (22/07/2020) malam.
• Data COVID-19 DI Yogyakarta Terkini: 21 Kasus Baru, 13 di Antaranya Kalangan Rumah Sakit & Puskesmas
Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Gunungkidul ini memperkirakan ada seribu orang yang ditargetkan untuk menjalani tes PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan pengambilan swab.
Menurut Immawan, pengambilan swab massal ini juga menjadi instruksi pemerintah pusat terkait penanganan COVID-19.
Ia pun memperkirakan jumlah positif akan bertambah dengan adanya swab massal ini.
"Toh kami tetap berharap dari swab massal ini tidak ada yang terkonfirmasi positif," ujar Immawan.
Mengenai lonjakan kasus yang terjadi selama beberapa hari terakhir, Immawan mengatakan faktor penyebab paling menonjol adalah pendatang dari luar daerah, terutama dari zona merah.
Berawal dari "oleh-oleh" dari luar tersebut, menurut Immawan kemudian terjadi transmisi atau penularan dengan warga yang berkontak.
Penularan terjadi karena interaksi satu lingkungan kerja.
• BREAKING NEWS : Lima Nakes Positif COVID-19, Satu Klinik Swasta di Gunungkidul Tutup Layanan
"Faktor-faktor inilah yang menyebabkan lonjakan kasus di Gunungkidul," jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan sampai saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran kontak berdasarkan tambahan kasus baru kemarin.
Sebuah klinik tempat tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar, saat ini ditutup sementara dari layanan kesehatan.
"Kami lakukan disinfeksi agar steril dari COVID-19. Jika sudah dipastikan aman layanan akan dibuka kembali," kata Dewi ditemui di ruangannya pada Kamis (23/07/2020).
Dewi pun memperkirakan ada potensi penularan dan penambahan kasus positif.
Hal tersebut bisa diketahui dari proses penelusuran yang masih berlangsung hingga saat ini. (TRIBUNJOGJA.COM)