Yogyakarta

Bangunan Jokteng Lor Wetan Menyapa Masyarakat Yogya

Proyek Pojok Beteng (Jokteng) Lor Wetan yang digarap sejak awal tahun 2020 sudah mulai menunjukkan bentuk jadinya.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Seng yang menutupi Jokteng Lor Wetan telah dilepas, tapak proyek penanda keistimewaan tersebut telah selesai dibangun. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proyek Pojok Beteng (Jokteng) Lor Wetan yang digarap sejak awal tahun 2020 sudah mulai menunjukkan bentuk jadinya.

Hal ini terlihat lantaran seng yang digunakan untuk pelindung di bagian terluar area proyek telah dicopot.

Selesainya pengerjaan satu di antara proyek penanda keistimewaan DIY tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho.

"Kalau dari kontrak selesai 24 Juli 2020. Tetep ada masa pemeliharaan setelahnha. Selesai, dibuka diperlihatkan ke masyarakat umum. Tapi pembangunan keseluruhan masih ada proses," ungkapnya saat ditemui di Gedung Pracimasana Kompleks Kepatihan, Kamis (23/7/2020).

DPRD DIY Dukung Restorasi Jokteng dan 22 Penanda Keistimewaan Lainnya

Ia mengatakan, bahwa bagian lain yang masih kurang di Jokteng Lor Wetan tersebut adalah taman, layaknya Jokteng lainnya.

Selain itu, dimungkinkan juga akan dilaksanakan kegiatan untuk merapikan kabel yang melintang di atas Jokteng.

"Kalau dipirsani (dilihat-red), tapi belum jadi bagian diskusi. Tampaknya kabel ngganggu, mungkin nanti jadi diskusi ke PLN, Telkom dan sebagainya," ungkapnya.

Selanjutnya untuk pemasangan tetenger yakni berupa prasasti di Jokteng Lor Wetan, dijelaskan Aris masih akan melakukan diskusi dengan pihak Keraton Yogyakarta selaku pemilik bangunan.

"Karena pemikik Beteng adalah Keraton, kami diskusikan. Kami sudah matur ke Kanjeng Pangeran Yuda Hadiningrat akan ada semacam press conference kalau jadi semua," ucapnya.

Aris menyebut, saat DED awal proyek Jokteng Lor Wetan membutuhkan anggaran sebesar Rp 6,2 miliar.

Data COVID-19 DI Yogyakarta Terkini: 21 Kasus Baru, 13 di Antaranya Kalangan Rumah Sakit & Puskesmas

Namun seiring berjalannya waktu anggaran yang terpakai untuk Jokteng Lor Wetan adalah Rp 4,8 miliar.

Hingga saat ini, Aris menjelaskan bahwa proyek fisik yang dilakukan melalui dana hibah Danais ke Keraton dan melalui mekanisme lelang pihak Keraton sebanyak 3 proyek yakni Jokteng Lor Wetan, Pagar Alun-Alun Utara dengan anggaran Rp 2,3 miliar, dan Renovasi Masjid Gede Kauman dengan anggaran Rp 2,6 miliar.

"Alun-Alun InsyaAllah selesai akhir Juli, Masjid Gede di pertengahan Agustus," ucapnya.

Adapun untuk dana hibah yang diberikan dan bersumber dari Danais, saat ini hanya untuk Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman.

"Kalau kemarin sebelum redesain yang masih dalam proses untuk Keraton ada Rp 76 miliar dan untuk Puro Rp 24 miliar," bebernya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved