Update Corona di DI Yogyakarta

Terjadi Lonjakan Kasus, Ruang Isolasi Covid-19 di Bantul Masih Mencukupi

Pemkab Bantul memastikan ketersediaan ruang isolasi untuk pasien positif Covid-19 di wilayahnya masih mencukupi.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Berita Update Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan ketersediaan ruang isolasi untuk pasien positif Covid-19 di wilayahnya masih mencukupi.

Lonjakan cukup signifikan mencapai 23 kasus dalam sehari, pada Selasa (21/7/2020) lalu, dinilai tak terlalu berpengaruh.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja berujar, keberadaan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) di Bambanglipuro sejauh ini sangat membantu penyediaan ruang tersebut.

Menurutnya, RSLKC dengan kapasitas 50, kini baru terisi lebih kurang 40 pasien.

KPU Bantul Semua Pastikan PPDP Sehat dan Bebas Covid-19

"RSLKC masih ada space. Walau begitu, kita tetap punya Plan B, dengan menyiapkan beberapa shelter contohnya di Gedung Loka Bina Karya milik Dinsos, yang nantinya bisa menampung hasil reaktif atau kontak erat untuk ruang isolasinya," terangnya, Rabu (23/7/2020).

Oleh sebab itu, orang tanpa gejala (OTG) pun tetap dirawat di RSLKC, meski sesuai pedoman tentang penanggulangan Covid-19 mereka sebenarnya dibolehkan menjalani isolasi di rumah sendiri.

Padahal, ia menyebut, sebagian besar pasien positif di Bantul saat ini berstatus OTG.

"Sebagian besar OTG, sekitar 80 persen. Sisanya komorbit dengan gejala, termasuk masyarakat rentan seperti balita, ibu hamil, serta lansia, yang harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19," terangnya.

Terlebih, Agus menyatakan, lonjakan signifikan itu terjadi karena pihaknya memang menggencarkan rapid dan swab test pada beberapa pekan terakhir.

Dengan sasaran yakni pedagang pasar tradisional, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), nakes, hingga pelaku perjalanan.

DAERAH Istimewa Yogyakarta Tambah 28 Pasien Baru Covid-19, Didominasi Warga Bantul

"Jumlah yang kita test bisa 10 ribu lebih. Ini kan istilahnya kita sekarang sedang ngunduh. Pemeriksaannya numpuk, terus hasilnya keluar berbarengan," cetusnya.

"Kalau perhitungan kami, kemarin saja lonjakannya besar. Besok-besok mungkin sudah tidak sebesar ini. Tapi, yang jadi warning adalah, masih terjadi penularan di tengah masyarakat sehingga kita semua jangan sampai abai terhadap protokol kesehatan," imbuh Kadinkes.

Lebih lanjut, ia menegaskan, kemampuan swab test yang dimiliki Pemkab Bantul masih sangat memenuhi.

Lagi-lagi, RSLKC yang saat ini mampu mengambil sample 150- 200 orang per hari, mengambil peranan yang begitu penting dalam masifnya upaya pemerintah daerah.

"Kemarin itu terjadi, dalam satu hari kami mampu swab sampai 200 orang ya. Belum di Puskesmas, yang sekarang sudah bisa (swab) semua. Minggu ini kita atur penjadwalan dulu, karena terjadi penumpukan sample di BTKLPP yang juga melayani Jawa Tengah," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved