Bisnis

BPD DIY Terus Perbaiki Kinerja melalui Layanan Berbasis Teknologi

Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, hampir semua layanan teknologi di BPD DIY sudah diterapkan baik layanan non tunai untuk cash manaje

IST
Santoso Rohmad, Direktur Utama Bank BPD DIY 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank BPD DIY saat ini terus memperbaiki kinerja melalui layanan berbasis teknologi.

Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, hampir semua layanan teknologi di BPD DIY sudah diterapkan baik layanan non tunai untuk cash manajemen sistem di pemerintah daerah maupun perusahaan swasta.

"Dari hasil kerja tersebut, sekarang ini BPD DIY menyesuaikan dengan perkembangan termasuk diantaranya satu-satunya bank pemerintah daerah yang melayani dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui non tunai," tuturnya seusai acara penyerahan bantuan kemaslahatan umat dari BPKH di Kantor Pusat BPD DIY Senin (21/7/2020).

Selain itu, juga layanan untuk pembayaran pajak bumi bangunan (PBB).

Satu Lagi Inovasi Bank BPD DIY, Kartu Jogja Berprestasi, Hasil Kerja sama dengan Pemkot Yogya

Terlebih perkembangan bank syariah di BPD DIY sekarang ini juga berkembang cukup baik.

Saat ini aset unit usaha syariah hampir Rp 1 triliun.

"Tentunya cukup membanggakan bagi kami semua. Kedepannya masih bisa berkembang lagi untuk bersama dengan masyarakat bahwa unit usaha syariah pelayanan berbasis teknologi sudah diterapkan," ujarnya.

Berkaitan dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi pasca Covid-19, Bank BPD DIY juga melakukan restrukturisasi kredit bagi yang terdampak Covid-19.

Restrukturisasi sampai pada tahap ini dari 3000 target yang terdampak Covid-19, baru diselesaikan sekitar hampir 2000 target.

"Dari 2000 target yang kita restrukturisasi tersebut, meliputi ada yang meminta penundaan 1 bulan hingga 1 satu tahun. Faktanya belum sampai jatuh tempo mereka sudah mulai bangkit dan melakukan pembayaran. Karena rata-rata mereka sudah mulai menggeliat ekonominya. Tentunya ini sebuah kebanggaan bagi kami semua," ucap Santoso.

Bank BPD DIY Peduli Pendidikan, Dukung Pembangunan Dapur Sehat Sekolah

Terlebih, ketika kegiatan ekonomi sudah mulai menggeliat namun protokol kesehatan juga terus diterapkan.

Supaya ekonomi tetap tumbuh dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, transaksi non tunai juga dikenalkan pada sektor UMKM.

"Oleh sebab itu, kami tidak henti-hentinya mengkampanyekan kepada masyarakat di semua sektor bahwa sekarang ini eranya non tunai. Kemudian untuk pemasarannya melalui media sosial. Sehingga dapat juga untuk memperluas cakupan pasar mereka," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved