Mengenang Kebaya Masa Lampau Lewat Pameran 'Roepa Kebaya'

Paguyuban Chattra Kebaya yakni para pemerhati kebaya ini menggelar pameran kebaya bertajuk "Roepa Kebaya

Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Noristera Pawestri
Pengunjung sedang melihat koleksi kebaya Pameran Roepa Kebaya 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Paguyuban Chattra Kebaya yakni para pemerhati kebaya ini menggelar pameran kebaya bertajuk "Roepa Kebaya" pada 16-31 Juli 2020 di Tiga Roepa Galeri & Cafe.

Pameran ini menampilkan beragam koleksi kebaya milik anggota Paguyuban Chattra Kebaya.

Ketika memasuki ruang galeri yang berada di Jalan Pandega Marta Raya 43, Depok, Sleman, pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai kebaya warisan tahun 1920 - 1970.

Seperti Kebaya Kartini dan Kebaya Kutubaru serta kebaya variasi seperti baju kurung dengan potongan lurus dan sedikit longgar.

Tak hanya menyuguhkan kebaya, pameran ini juga menyuguhkan jarik batik dan blangkon.

Selain itu, pameran ini juga menampilkan koleksi barang-barang antik yang mengajak para pengunjung pameran untuk kembali ke waktu lampau.

Ketua Paguyuban Chattra Kebaya, Esti Riestianingsih mengatakan Pameran Roepa Kebaya ini berupaya untuk menghadirkan kembali memori serta semangat terhadap budaya dan seni yang sempat meredup selama pandemi ini.

"Chattra Kebaya mempunyai perhatian terhadap kebaya dengan mengkampanyekan kebaya. Model kebaya yang kami hadirkan di sini kebaya koleksi jadul. Jadi kebaya-kebaya eyang kami, bahkan ada yang usianya tahun 1920," ujarnya kepada Tribunjogja.com.

Kembali Buka, Galaxy Waterpark Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Bagi Karyawan dan Pengunjung

Sepeda Edisi Khusus yang Dicuri di Inggris Dijual di Indonesia, Brompton Inggris Buru Sang Pelaku

Pameran ini juga mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk melestarikan kebaya.

Esti mengatakan, kebaya tidak hanya digunakan untuk kartinian maupun acara pernikahan saja, tetapi bisa digunakan sebagai pakaian sehari-hari.

Kebiasaan menggenakan kebaya, kata dia, tidak boleh terlupakan.

"Kebaya itu tetap cantik kapanpun dalam suasana apapun. Kebaya ini bisa digunakan untuk pakaian sehari-hari, tidak hanya menunggu kondangan atau kartinian.  Karena kita tahu kebaya itukan identitas budaya kita," kata dia.

Roepa Kebaya diharapkan dapat menambah kekayaan budaya dan seni di Yogyakarta, ikut melestarikan kebaya pada khususnya serta mempertahankan jati diri Indonesia.

"Jaman boleh berganti, waktu boleh berlalu namun kecintaan kita terhadap seni dan budaya harus terus menerus dipupuk. Jika bukan kita, siapa lagi?," ungkapnya

Sementara itu, pemilik Tiga Roepa Galeri & Cafe Dennis Purito Yapsir mengatakan galeri miliknya memang sering digunakan untuk acara pameran maupun kegiatan sosial.

"Kita dukumg komunitas seni maupun para seniman muda yang ingin berkreasi atau pameran di galeri kami," kata dia.

Pameran ini dibuka setiap hari pada 16-31 Juli 2020 pukul 14.00 WIB - 22.00 WIB.

Tentunya para pengunjung pameran juga harus menerapkan protokol kesehatan. (Tribunjogja/Noristera Pawestri)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved