Breaking News:

Wisata Hits Mata Langit Magelang Kembali Dibuka, Ini Syarat Bagi Wisatawan yang Ingin Berkunjung

Wisata Hits Mata Langit Magelang Kembali Dibuka, Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan
Pengunjung menikmati pemandangan alam di destinasi wisata Mata Langit yang ada di Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Destinasi wisata Mata Langit yang ada di Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, telah dibuka kembali.

Pengelola menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung yang masuk. Mereka diperiksa suhu tubuhnya dan wajib menggunakan masker. Petugas juga membawa APD lengkap saat melayani.

Manager Mata Langit, Anton Saputra, mengatakan, pihaknya sudah menerapkan safety protocol maupun protokol kesehatan di Mata Langit.

Pertama saat tamu datang di pintu masuk, petugas security sudah mengecek suhu tubuh pengunjung dengan thermo gun. 

Tamu setelah datang ke Joglo dapat memakai hand sanitizer dengan dilayani oleh staf.

Staf telah memakai hand gloves, face shield dan masker.

"Kami menerapkan protokol kesehatan untuk setiap pengunjung yang masuk, sehingga pengunjung dapat selalu merasa aman saat berkunjung ke Mata Langit," kata Anton, Kamis (16/7/2020).

Komisi B DPRD DIY Dukung Pemulihan Ekonomi dimulai Dari Perhotelan

Gudeg Bu Slamet, Warung Gudeg Pertama di Wijilan Yogya yang Kini Coba Bertahan di Tengah Pandemi

Tempat cuci tangan juga disediakan di dalam area wisata.

Jumlah pengunjung pun dibatasi selama pandemi ini. Untuk kapasitas normal, setiap sesi bisa mencapai 85 pax.

Namun, saat ini, Mata Langit hanya menerima 35 pax saja. Pengunjung juga mesti reservasi sehingga tidak bertabrakan dengan pengunjung lain.

"Untuk kapasitas normal, sebelum pandemi, kita di 85 pax. Sekarang kita hanya menerima 35 pax saja dan harus reservasi, supaya tidak bertabrakan dengan tamu yang tak reservasi.

Kalau dibatasi akan penuh dan lebih dari 35 orang," ujar Anton.

Setiap sesi, Mata Langit melayani 25 orang saja. Setiap harinya ada empat sesi. Sesi pertama pada pukul 07.00-09.00 WIB, pukul 09.00-11.00, pukul 12.00-15.00 dan terakhir hingga pukul 19.00 WIB. (Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan)
 

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved