Update Corona di DI Yogyakarta

Gubernur DIY : Pembelajaran di Rumah Saja Lewat Online

Gubernur DIY tidak akan membuka izin bagi siswa untuk kembali bersekolah seperti sedia kala secara bersama-sama untuk semua jenjang.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat suara terkait pembelajaran yang dilakukan di DIY.

Tahun ajaran baru bagi jenjang PAUD hingga SMA/SMK telah dimulai sejak 13 Juli 2020 lalu, namun Sultan berkehendak agar anak-anak tidak terlebih dahulu datang ke sekolah pada pandemi ini.

"Belum berani. Nanti kita coba kalau waktunya sudah anggap mapan," bebernya, ditemui di Kompleks Kepatihan, Rabu (15/7/2020).

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 15 Juli 2020, Bertambah 9 Kasus Positif Baru

Raja Keraton Yogyakarta tersebut menambahkan, tidak akan membuka izin bagi siswa untuk kembali bersekolah seperti sedia kala secara bersama-sama untuk semua jenjang. 

Sultan berpikir untuk mulai membuka kegiatan belajar mengajar dari jenjang teratas di mana pelajarnya sudah memiliki usia cukup dan mengerti untuk menerapkan berbagai aspek dari protokol kesehatan.

"Mungkin dari kampus disek, lagi medun. Ora soko ngisor munggah. (Mungkin dari kampus dulu baru ke bawah, tidak dari bawah ke atas-red) Risikonya anak-anak terlalu besar. Belum," tegasnya.

Konsekuensinya, Sultan meminta agar semua pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk saat ini dilakukan secara jarak jauh melalui pembelajaran daring.

Disdikpora DIY Masih Akan Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh di Awal Tahun Ajaran Baru 2020/2021

"Pembelajaran di rumah saja lewat online. Nggak berani risikonya," ungkapnya.

Penularan Covid-19 di DIY masih belum melandai bahkan terlihat meningjat.

Hal tersebut dilihat berdasarkan trend tiga hari terakhir, tepatnya pada 13-15 Juli 2020 kasus baru Covid-19 di DIY mengalami lonjakan dari kasus baru yang terkonfirmasi pada hari-hari sebelumnya.

Detilnya pada 13 Juli 2020 tercatat 8 kasus baru, 14 Juli 2020 tercatat 8 kasus baru, dan 15 Juli 2020 tercatat 8 kasus baru. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved