Bisnis

Peluang Masker Kustom di Tengah Pandemi

Adanya pandemi Corona ternyata membuka peluang bagi usaha pembuatan masker kustom (sesuai pesanan).

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Sukarni (53), pemilik usaha Lien Collection di Kricak Kidul TR1/1344 A, Kricak, kota Yogyakarta memperlihatkan produksi maskernya pada Kamis (09/07/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Adanya pandemi Corona ternyata membuka peluang bagi usaha pembuatan masker kustom (sesuai pesanan).

Peluang ini pun dimanfaatkan oleh Sukarni (53), pemilik usaha Lien Collection di Kricak Kidul TR1/1344 A, Kricak, kota Yogyakarta.

Sukarni mengatakan, usaha ini sudah dilakukannya sejak Februari 2020 ketika virus Corona mulai merebak di Indonesia.

"Pembuatan masker custom disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Namun, kami tetap menyediakan model sendiri. Jadi, semua diserahkan ke pelanggan," jelas Sukarni kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Kamis (09/07/2020).

Adapun, masker yang dibuat Sukarni bentuknya bermacam-macam meliputi gambar wajah, binatang, hingga karakter lucu lainnya.

Inilah Masker Canggih yang Sedang Tren Namanya CleanSpace Halo

Sementara itu, selama berjualan masker custom dirinya sudah berhasil memasarkan hingga ke luar wilayah Yogyakarta, seperti Jakarta hingga Kalimantan.

Adapun, penjualan masker sudah mencapai 300 pembelian. Di mana pelanggannya berasal dari kalangan perorangan hingga kelompok.

"Kalau pelanggan sudah berasal dari luar wilayah Yogyakarta juga. Biasanya pemesanan dilakukan secara online melalui aplikasi whatsapp saja. Terkadang, pesanan juga datang dari teman maupun orang kantoran," ujar Sukarni.

Berkecimpungnya Sukarni dalam pembuatan mask9er ternyata didasari dari kemampuannya dalam menjahit.

Beli Masker Emas Seharga Rp57 Juta untuk Cegah COVID-19, Pria Kaya di India Ini Jadi Sorotan Dunia

Latar belakang Sukarni merupakan seorang perajin batik tulis yang menggunakan warna alami.

Karena bisnis batiknya sempat tersendat akibat pandemi maka Sukarni pun beralih menjadi produsen masker kustom.

"Saya kan basicnya perajin batik tulis, ketika pandemi bisnis batik geliatnya tertunda. Maka, saya lihat ada peluang untuk masker maka saya pun mencoba menggelutinya,"pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved