Kota Yogyakarta

Pastikan Nakes Bebas COVID-19, Seluruh Petugas Puskemas di Kota Yogyakarta Jalani Swab

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tri Mardoyo mengatakan tujuan swab tes adalah untuk memastikan petugas di puskesmas Kota Yogyakarta tidak

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tri Mardoyo saat ditemui wartawan, Rabu (08/07/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Petugas puskemas Kota Yogyakarta tanpa terkecuali menjalani swab tes, sejak Senin (06/07/2020) lalu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tri Mardoyo mengatakan tujuan swab tes adalah untuk memastikan petugas di puskesmas Kota Yogyakarta tidak terpapar COVID-19.

Menurut dia, petugas puskemas memiliki resiko terpapar yang cukup besar.

"Karena mereka banyak kontak dengan masyarakat. Sebelum ke rumah sakit, pasti masyarakat ke puskemas dulu. Jadi kita lakukan swab tes untuk petugas di puskesmas, termasuk tukang parkir, resepsionis, bagian administrasi, semua tidak terkecuali,"katanya, Rabu (08/07/2020).

BREAKING NEWS : Pelaku Jambret Spesialis Emak-emak di Kota Yogya Dicokok Polisi

Hingga saat ini sudah sekitar 500 petugas puskemas yang menjalani swab tes, namun belum mendapatkan hasil.

Menurut dia, tingkat terpaparnya tenaga medis di Kota Yogyakarta, khususnya puskemas terbilang rendah.

Sejak awal kasus COVID-19 hingga saat ini, ada tiga tenaga medis yang terkonfirmasi positif.

"Alhamdulillah di Kota Yogyakarta tingkat terpaparnya rendah. Ada yang terpapar, tetapi tidak banyak. Ada tiga yang sempat positif, tetapi sekarang sudah pulih kembali,"ujarnya.

"Tenaga medis itu memang terlindungi APD, tetapi kan tidak 100 persen, tetap ada potensi terpapar juga. Bukan karena kualitas APDnya, kalau APD tidak bagus pasti sudah banyak yang kena. Mungkin salah cara waktu memakai atau melepas,"sambungnya.

Kisah Viral Kejujuran Driver Ojol, Kembalikan Uang Konsumen dan Permohonan Maaf di Sepucuk Kertas

Jika ada petugas yang terkonfirmasi positif, maka petugas puskemas diminta untuk isolasi mandiri.

Namun jika memiliki komorbid, maka petugas akan langsung dirawat di rumah sakit.

"Sesuai peraturan kalau orang tanpa gejala (OTG) itu isolasi mandiri dengan home care. Itu sudah aturan tertulis begitu, tetapi kalau ada komorbid ya langsung ke rumah sakit. Nanti juga akan kita tracing kontak dengan siapa, pernah melayani siapa, kita punya datanya semua," bebernya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menambahkan petugas medis menjadi prioritas saat ini.

"Ada 1.700 yang akan kita swab, kita ingin pastikan pada masa kebangkitan ini semua tenaga medis sehat, dan bebas dari paparan COVID-19,"tambahnya.

Tidak hanya petugas di puskemas, rumah sakit, dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta saja, swab juga menyasar pada petugas-petugas yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

"Petugas lapangan juga akan kita swab, karena interaksi dengan masyarakat tinggi. Jadi kita pastikan petugas lapangan terpapar atau tidak, seperti Jogoboro, Dinas Perhubungan, dan lain-lain,"pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved