Mantan Atlet Nasional Asal DIY Rintis Klub Panjat Tebing 'Nusantara Sport Climbing'
Fitriyani kini merintis klub panjat tebing yang diberi nama Nusantara Sport Climbing (NSC) di Yogyakarta.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Mantan atlet panjat tebing nasional asal DIY, Fitriyani, tak bisa jauh-jauh dari dunia yang telah membesarkan namanya.
Memutuskan pensiun seusai mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia melalui nomor beregu speed relay Asian Games 2018 silam, Fitriyani kini merintis klub panjat tebing yang diberi nama Nusantara Sport Climbing (NSC) di Yogyakarta.
Fitriyani mengatakan, NSC yang didirikan 28 Oktober 2019 merupakan satu diantara mimpinya untuk melahirkan atlet-atlet panjat tebing yang berkarakter serta kelak dapat mengharumkan bangsa Indonesia di level internasional.
"Saya terinspirasi pelatih saya di timnas panjat tebing, Hendra Basyir. Setelah pensiun 2018, saya terbesit keinginan untuk jadi pelatih, tapi yang punya anak didik sejak kecil," ujar Fitriyani kepada Tribunjogja.com, Selasa (7/7/2020).
Selain itu, pendirian NSC juga tak lepas dari keresahan Fitriyani terkait regenerasi atlet panjang tebing di DIY.
"Tujuannya tentu prestasi. Tapi saya melihat hal lain yang lebih penting yakni soal regenerasi atlet panjat tebing di DIY yang masih kurang. Jadi saya berinisiatif mendirikan klub itu. Selain itu, hal penting yang saya tanamkan yakni pendidikan karakter pada anak sedari dini. Prihatin rasanya melihat banyak anak kecil saat ini kecanduan gadget," jelas Fitriyani.
Menurut Fitriyani, DIY memiliki potensi yang besar di cabor panjat tebing.
Namun dalam beberapa periode terakhir, regenerasi itu tersendat.
Padahal, lanjut Fitriyani, DIY tersohor melahirkan atlet-atlet panjat tebing nasional hingga internasional.
Satu di antaranya yakni Agung Etty Hendrawati, atau yang akrab Fitriyani sapa Mbak Eta.
Atlet panjat tebing DIY pengoleksi juara 1 kompetisi internasional (ESPN X Games 2000), 4 gelar medali emas PON, dan puluhan gelar juara di berbagai kompetisi nasional dan regional (Singapura, Thailand, Cina, dan Malaysia).
"Potensi yang dimiliki DIY sangatlah besar. Saat ini saja DIY memiliki tiga klub panjat tebing. Tapi atlet yang menembus level nasional dan internasional masih kurang. Saya punya keinginan untuk mengembalikan prestasi DIY seperti dulu, eranya pelatih saya, Mbak Eta. Setelah era beliau itu kan jarang, kita harapannya adik-adik di NSC ini jadi penerus panjat tebing di DIY," kata Fitriyani.
Saat ini, NSC memiliki 32 anak didik dari berbagai rentang usia.
Mulai dari usia 5 tahun hingga 15 tahun.
Adapun NSC rutin menjalani latihan di sirkuit panjat dinding SMA 3 Yogyakarta, setiap Selasa-Kamis pukul 15.00 WIB dan Minggu pukul 07.30 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/anggota-nusantara-sport-climber-nsc.jpg)