Hari Pertama Pelaksanaan UTBK di Kampus UGM, Tim Satgas Covid Disiagakan Pantau Kesehatan Peserta
Pelaksanaan UTBK pada tahap ini dilakukan pada 5-14 Juli dengan menerapkan protokol kesehatan.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 15.307 ribu peserta akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang berlangsung di kampus UGM.
Pelaksanaan UTBK pada tahap ini dilakukan pada 5-14 Juli dengan menerapkan protokol kesehatan.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan (PPK) UGM, Djagal Wiseso Marseno, menjelaskan UTBK merupakan tes masuk ke perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia.
UTBK merupakan syarat utama untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).
Dan dalam kesempatan itu ia mengatakan, selama pelaksanaan ujian, UGM menyiapkan tim satgas COVID-19 yang bertugas untuk memantau kesehatan para peserta dan panitia ujian UTBK.
"Ada satgas covid yang mengkoordinasi guna penjaminan protokol kesehatan," jelasnya.
Djagal mengungkapkan, selama dua hari pelaksanaan ujian terdapat tiga peserta yang tidak membawa surat kesehatan dari daerah asalnya sehingga harus diperiksa oleh tim satgas covid-19.
Bahkan ada yang suhunya di atas 37 derajat celcius, dan setelah diberi waktu untuk isolasi serta diobati, suhu tubuh peserta tersebut turun normal dan bisa bisa melanjutkan ujian kembali.
"Meski hanya cek suhu, kita sediakan sepuluh ruang isolasi," jelasnya.
Rektor UGM, Panut Mulyono, memaparkan bahwa kampus UGM ditunjuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan UTBK.
Namun begitu, pelaksanaan ujian kali ini dilakukan dengan memenuhi standar protokol covid-19 sehingga kapasitas ruangan yang digunakan hanya separuhnya saja yang dipakai.
Sedangkan jarak antar peserta dipastikan 1,8 meter - 2 meter.
"Antar peserta kita pastikan jarak hingga 1,8 hingga 2 meter,” ujarnya. (*)