Anggaran TNI AD Tahun 2020 Dipotong Rp4 Triliun, Ini Penjelasan Kasad Jenderal Andika Perkasa
Hal ini menyebabkan sebagian belanja barang dan modal tertunda, termasuk berhubungan dengan alutsista.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa, mengatakan anggaran Angkatan Darat (AD) terpotong Rp4 Triliun pada tahun 2020 ini.
Hal ini menyebabkan sebagian belanja barang dan modal tertunda, termasuk berhubungan dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
"Anggaran untuk AD itu sebesar Rp4 Triliun tahun 2020 yang dipotong. Namun, saya yakin semua lembaga institusi pemerintah pasti dipotong, karena memang beban pemerintah berbeda. Kami dipotong Rp 4 Triliun. Itu bukan belanja pegawai, berarti hubungannya dengan belanja barang dan modal. Ada hubungannya dengan alutsista," kata Andika, Senin (6/7/2020), seusai menutup pendidikan dan mewisuda 254 Taruna/Taruni tingkat IV Akademi Militer, di Lapangan Pancasila Akmil, Magelang.
Potongan sebesar Rp 4 Triliun ini dari anggaran AD tahun ini yang sebesar Rp 56 Triliun.
Meski demikian, belanja untuk pegawai tetap dipertahankan.
Ia menegaskan, tidak ada potongan gaji, tunjangan kinerja, karena ia meminta belanja pegawai tak boleh dipotong.
Hanya pembelian barang dan belanja modal yang dipotong.
"Angkatan Darat sebesar Rp 4 Triliun (yang dipotong). Dari anggaran tahun ini Rp 56 Triliun. Ya ini belanja barang. Bukannya gaji, tunjangan kinerja. Belanja pegawai tak boleh dipotong. Yang dipotong pembelian barang dan belanja modal," kata Andika.
Sebagian belanja barang dan modal yang tertunda, dikatakan Andika, misalnya adalah pembelian senjata perorangan dan banyak lainnya.
Meski ada pemotongan, ia memaklumi hal itu. Ia hanya berharap masalah yang ada segera berakhir, sehingga tahun depan, anggaran dapat normal kembali.
"Yang tertunda? banyak itemnya. Misalnya, pembelian senjata perorangan. Ada yang harus ditunda dan banyak lagi lah. Ya tapi itulah situasinya. Mudah-mudahan cepat berakhir. Sehingga kita bisa take off kembali. Tahun depan kita bisa punya anggaran yang lebih normal," tutur Andika. (*)