Pilkada Bantul 2020: Partai Golkar Berikan Surat Tugas untuk Pasangan Suharsono - Totok Sudarto

Partai Golkar saat ini sudah mengeluarkan surat tugas, atau bisa dikatakan sebagai rekomendasi bersifat sementara.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bupati Bantul Suharsono memeragakan salam penghormatan sebagai pengganti jabat tangan sebagai antisipasi untuk mencegah persebaran virus Corona 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul 2020 akan digelar bulan Desember mendatang.

Saat ini, Partai Golkar sudah memantapkan arah dukungan kepada pasangan Suharsono dan Totok Sudarto.

Bahkan, partai berlambang pohon beringin itu, saat ini sudah mengeluarkan surat tugas, atau bisa dikatakan sebagai rekomendasi bersifat sementara.

Meminta Suharsono dan Totok Sudarto agar maju menjadi calon Bupati dan wakil Bupati Bantul.

"Rekomendasi sementara sudah turun. Bahasannya surat tugas ya. Intinya, meminta Suharsono dan Totok Sudarto untuk maju menjadi calon Bupati dan wakil Bupati di Kabupaten Bantul, melalui partai Golkar," kata Ketua DPD Bantul, Paidi, Senin (29/6/2020).

Menurut dia, rekomendasi yang sudah diturunkan Golkar baru bersifat sementara.

Selanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan rekomendasi resmi.

Ia memastikan rekomendasi resmi dari DPP itu paling lambat akan dikeluarkan pada pertengahan Juli mendatang.

Turunnya rekomendasi tersebut, kata Paidi, dapat diartikan bahwa Golkar akan mengusung Suharsono dan Totok Sudarto di Pilkada Bantul 2020. Hal itu sudah hampir pasti.

"Kemungkinan dapat berubah kecil," ucap Paidi.

Pihaknya juga memastikan bahwa saat ini partai Golkar solid dan setelah rekomendasi resmi keluar nantinya akan segera deklarasi.

Sementara itu, saat dihubungi, Totok Sudarto membenarkan telah menerima surat rekomendasi.

Menurut dia, dirinya sendiri bersama Ketua DPD Golkar Bantul yang langsung datang ke Jakarta untuk menerima rekomendasi agar maju Pilkada.

Hanya saja sifatnya masih sementara, karena pada saat akan melakukan pendaftaran, menurut dia, pasangan calon membutuhkan blanko-blanko dari KPU Bantul yang harus diisi, ditandatangani dan dicap ulang.

Sebab itu, kata dia, nantinya dimungkinkan harus kembali lagi ke Jakarta.

"Yang jelas, kemarin saya dan ketua DPD Golkar Bantul sudah datang ke Jakarta, dan mendapatkan surat dari DPP itu," ucap dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved