Pengunjung Perpustakaan Kota Yogyakarta Perlahan Mulai Meningkat
Sejak dibukanya kembali layanan tersebut pengunjung yang datang meningkat secara bertahap setiap harinya.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Sejak Rabu (10/6/2020), Perpustakaan Kota (Perpuskot) Yogyakarta kembali membuka layanan kunjungan bagi pemustaka, setelah sejak awal masa pandemi Covid-19 layanan kunjungan ditiadakan.
Hal itu berlaku di Perpuskot Pusat Kota Baru maupun di Perpustakaan Alternatif Wilayah Selatan Kota Yogyakarta (Pevita).
Kepala Seksi Pengelolaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Fitri Yuliani, mengatakan sejak dibukanya kembali layanan tersebut pengunjung yang datang meningkat secara bertahap setiap harinya.
Di hari-hari pertama kunjungan kembali dibuka, jumlah pemustaka yang datang di kedua perpustakaan belum mencapai 100 orang per hari. Namun, hingga hari ini (Senin, 29/6/2020) jumlah pengunjung rata-rata sudah hampir mencapai 500 orang.
“Di Pevita rata-rata pengunjung sekarang 100 orang per hari, sedangkan di Kota Baru 300 hingga 400-an orang. Kalau ditambah armada perpustakaan keliling yang kami operasikan mungkin mencapai 500 orang,” jelas Fitri kepada Tribunjogja.com, Senin (29/6/2020).
Sementara, lanjut dia, di masa normal atau sebelum pandemi jumlah pengunjung di Pevita bisa mencapai 300-400 orang, sedangkan di Perpuskot Kota Baru bisa mencapai 1.000 lebih.
Fitri menerangkan, dengan kondisi pandemi saat ini pihaknya tidak membuat target khusus untuk jumlah pengunjung.
“Kami tidak menarget di masa pandemi ini, kami paham ketakutan pemustaka. Mungkin tempat kami steril, tapi mungkin saja di tengah jalan terpapar kami tidak tahu juga,” ungkapnya.
Dia menambahkan, yang bisa dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yoyakarta kini hanya memfasilitasi. Pihaknya pun sadar bahwa harus menyesuaikan keadaan.
Adapun pemustaka yang datang berkunjung harus melewati beberapa protokol kesehatan.
Di antaranya, dicek suhu badan, jika melewati 37,5 derajat celcius otomatis tidak diperkenankan masuk perpustakaan, mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan, dan memilih tempat duduk yang sudah diberi tulisan.
Setiap koleksi yang selesai dibaca pun akan disterilisasi sebelum dikembalikan ke rak buku.
“Kami berlakukan jaga jarak antar tempat duduk. Baik di gazebo luar dan di dalam. Setiap pemustaka juga wajib memakai masker,” imbuhnya.
Selain itu, Fitri menambahkan, pihaknya juga mengoperasikan empat armada perpustakaan keliling.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengunjung-perpuskot-yogya.jpg)