Breaking News:

Yogyakarta

Golkar DIY Tolak RUU HIP karena Dianggap Bahaya bagi Kehidupan Beragama

RUU HIP dianggap dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus membahayakan tata kehidupan dan keberagamaan.

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ketua DPD Golkar DIY sekaligus anggota DPR RI, Gandung Pardiman bersama tokoh ormas NU dan Muhammadiyah, saat deklarasi Gepako sekaligus pernyataan sikap menolak RUU HIP. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Daerah Istimewa Yogyakarta, Gandung Pardiman menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) karena dianggap bertentangan dengan akal sehat.

RUU HIP dianggap dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus membahayakan tata kehidupan dan keberagamaan. 

"Kita tolak (RUU HIP). Kita menganggap ini sangat berbahaya bagi kehidupan beragama," kata Gandung, seusai melakukan deklarasi Gerakan Pasukan Anti Komunis (Gepako) di pendopo GPC, Karangtengah, Imogiri, Bantul, Minggu (28/6/2020).

Gandung sendiri menjabat sebagai Panglima di Gepako.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 28 Juni 2020, Positif Bertambah 2 Kasus

Ia mengatakan, pembentukan Gepako di Kabupaten/Kota di DIY tidak lepas dari banyaknya rongrongan baik dari internal maupun eksternal yang ingin mengubah Pancasila sebagai dasar negara kesatuan Republik Indonesia.

Menurut dia, Pancasila itu satu kesatuan yang utuh. Saling menjiwai dan tidak bisa diganti apalagi diperas. 

"Pancasila tidak seperti jeruk, bisa diperas-peras," tukas dia. 

Menurutnya, Pancasila merupakan hasil karya anak bangsa. Tercipta hasil kesepakatan melalui perjanjian agung antara kaum nasionalis dan religius.

Ia menekankan bahwa perjanjian agung tersebut, jangan pernah dirobek.

Sebaliknya, Gandung tidak mempersoalkan apabila ada partai maupun organisasi memiliki ciri khas masing-masing. 

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved