Novel "Harry Potter" Karya JK Rowling Baru Digemari Orang Korea Utara Setelah 10 Tahun Terbit
Bagi para pembaca di Indonesia, tujuh series novel Harry Potter mungkin sudah tamat. Novel pertama Harry Potter rilis di tahun 1997 berjudul ‘Harry
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, PYONGYANG - Bagi para pembaca di Indonesia, tujuh series novel Harry Potter mungkin sudah tamat.
Novel pertama Harry Potter rilis di tahun 1997 berjudul ‘Harry Potter and The Socrerer’s Stone’ dan novel terakhir rilis pada 2007, sepuluh tahun setelah judul pertama, berjudul ‘Harry Potter and The Deathly Hallows’.
• Ramalan Zodiak Besok Sabtu 27 Juni 2020, Peruntungan Lengkap 12 Horoskop untuk Akhir Pekan Esok Hari
Bahkan, JK Rowling pun telah menyelesaikan novel ke-8 Harry Potter yang berjudul 'Harry Potter and The Cursed Child' yang hanya ditayangkan terbatas di broadway.
Namun bagi para pembaca di Korea Utara, belum tentu mereka sudah membaca semua novel. Sebab, negara tersebut memiliki sistem yang sangat ketat berkaitan dengan karya-karya asing yang akan masuk ke dalam negaranya.
• UPDATE Terkini Virus Corona di Indonesia 26 Juni 2020: Tambah 1.240, Total Positif Kini Ada 51.427
Baru-baru ini, ketertarikan Korea Utara pada karya ‘Harry Potter’ ciptaan penulis JK Rowling telah berkembang, menurut surat kabar yang dikelola pemerintah di negara itu.
‘The Literature Newspaper’, outlet Korea Utara yang meliput karya tulis, mengatakan bahwa keberhasilan ‘Harry Potter’ dikaitkan dengan terjemahannya di seluruh dunia dan popularitasnya di antara anak-anak dan orang dewasa.
Serial ini menunjukkan kepada anak-anak cara mengembangkan masa depan mereka dengan mengungkapkan kekuatan dan keterampilan pribadi, sementara gambar sihir dan sihirnya terjadi di dunia fantasi, kata outlet Korea Utara itu.
• Disperindag Kota Yogya Pantau 30 Pasar Tradisional dengan Rutinkan Penyemprotan Disinfektan
"Para pembaca menunjukkan minat yang besar pada buku anak-anak 'Harry Potter.' Serial ini telah diterbitkan di berbagai negara dan telah menjadi populer di kalangan anak-anak maupun orang dewasa," katanya.
"Harry Potter menunjukkan gagasan bahwa anak-anak harus merintis jalan mereka dengan kekuatan dan kemampuan mereka sendiri, sementara itu juga mengungkap cerita tentang dunia fantasi dan sihir yang jauh dari kenyataan," kata surat kabar itu.
Sejak didirikan pada tahun 1956, Literature News telah meliput acara dan konten budaya Korea Utara saja, termasuk film dan seni pertunjukan yang mempromosikan legitimasi rezim.
Beberapa tahun lalu, para pemuda di Korea Utara dilarang untuk menonton film Harry Potter di bioskop. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menonton film di bioskop.
• Gara-gara Tersambar Petir 107 Orang di India Tewas
Kebijakan tersebut ada karena Kim Jong Un tak ingin masyarakat Korea Utara terkontaminasi dengan hal-hal asing. Ditakutkan, masyarakat menjadi tidak loyal dengan negara.
Meskipun begitu, ada banyak penyelundupan yang dilakukan di Korea Utara, seperti USB yang berisi film sering diselundupkan dari China.
Akses orang Korea Utara untuk mendapatkan hiburan sangat terbatas. Tak heran, mereka banyak melakukan penyelundupan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia luar.
(TRIBUNJOGJA.COM | Bunga Kartikasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pelajaran-hidup-dari-harry-potter_20180317_035817.jpg)