Inilah Prediksi Nilai Tukar Terhadap Dollar AS Jumat 26 Juni 2020

Kemarin Rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 14.175 per dolar AS, melemah 0,32% dibandingkan penutupan Rabu

Editor: Iwan Al Khasni
MARVIN RECINOS / AFP
Dollar AS 

TRIBUNJOGJA.COM JAKARTA -- Rupiah melemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Kamis (25/6/2020).

Kemarin Rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 14.175 per dolar AS, melemah 0,32% dibandingkan penutupan Rabu (24/6) yang ada di level Rp 14.130 per dolar AS.

Rupiah nyatanya juga tak berdaya di kurs tengah Bank Indonesia (BI) setelah ditutup melemah.

Pada Kurs Jisdor mata uang Garuda ini turun 0,50% ke Rp 14.321 per dolar AS.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf menuturkan pelemahan rupiah kali ini masih diakibatkan oleh kekhawatiran mengenai melonjaknya jumlah infeksi virus corona, yang mendorong investor lari ke aset safe haven.

Ditambah lagi masih adanya risiko perang dagang, yang kali ini melibatkan Uni Eropa dan AS, setelah AS berencana menaikkan tarif senilai US$ 3,1 miliar atas barang-barang Uni Eropa.

“Kondisi tersebut semakin mengangkat pamor dolar AS sebagai safe haven. Ditambah proyeksi yang suram dari IMF mengenai perekonomian global di tahun ini akan berkontraksi atau minus 4,9%, lebih dalam ketimbang proyeksi yang diberikan pada April lalu sebesar minus 3%,” ujar Alwi kepada Kontan.co.id, Kamis (25/6).

Sementara untuk perdagangan Jumat (26/6), Alwi melihat pergerakan rupiah akan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen risk off dan sentimen risk on.

Jika sentimen risk off, yang muncul, maka dollar AS bisa menguat dan menekan rupiah.

Apa Kata Jurgen Klopp Setelah Liverpool Kunci Juara Liga Inggris

Penelusuran Riwayat Tujuh Kasus Baru Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta

Mahasiswa Tembaki Mantan Pacar Pakai Air Gun, Pelaku Dikejar Anggota TNI kemudian Ditendang

“Kabar baiknya adalah sentimen risk on kali ini muncul lagi di pasar, setelah bank sentral Eropa meluncurkan kebijakan fasilitas repo untuk menyediakan likuiditas euro kepada bank-bank sentral di luar wilayah euro. Langkah ini merupakan upaya untuk mendukung ekonomi dan mendanai pasar di tengah pandemi virus corona,” jelas Alwi.

Lebih lanjut, masih dari Eropa, Alwi menyebut data indikator sentimen Jerman, Gfk juga terlihat membaik, naik menjadi -9,6 di Juli dari revisi sebelumnya -18,6.

Dengan demikian, Alwi menilai sentimen-sentimen dari eksternal tersebut kemungkinan bisa mengangkat rupiah untuk perdagangan hari ini.

Alwi memproyeksikan rupiah akan bergerak pada rentang Rp 14.000 - Rp 14.230 per dolar AS. (*)

Artikel ini sudah tayang di kontan dengan judul Rupiah diproyeksikan menguat pada Jumat (26/6), sentimen eksternal jadi pendorong

Sumber: Kontan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved