Update Corona di DI Yogyakarta

Pengunjung PASTY Mulai Menggeliat Dua Pekan Terakhir

Banyak pengunjung yang datang ke PASTY sekadar untuk melihat-lihat bermacam-macam hewan yang ada.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Suasana PASTY pada Senin (22/6/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada bulan-bulan awal  merebaknya Covid-19, Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) sempat sepi pengunjung hingga nyaris kosong.

Hal tersebut tidak berubah secara signifikan hingga beberapa hari setelah Idulfitri.

Namun, Kepala Subbagian TU UPT PASTY, Woro Sudarini mengatakan pengunjung mulai menggeliat naik pada dua pekan terakhir.

"Paling ramai Sabtu Minggu. Apalagi siswa-siswa sekarang masih di rumah, banyak yang datang ke sini," ujar Woro saat ditemui di UPT PASTY, Senin (22/6/2020). 

PASTY Mulai Ramai Dikunjungi Warga, jadi Alternatif Wisata Warga Yogya

Ia menjelaskan, banyak pengunjung yang datang ke PASTY sekadar untuk melihat-lihat bermacam-macam hewan yang ada.

"Belum tentu beli," imbuhnya.

Dengan situasi yang belum sepenuhnya pulih itu, Woro mengungkapkan pihaknya masih memberi keringanan retribusi pasar kepada para pedagang PASTY.

"Sejak Mei ada pemotongan retribusi 50 persen. Masih berlaku sampai waktu yang kami belum tahu. Mengikuti arahan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta," tuturnya.

Selain itu, UPT PASTY bersama petugas keamanan dan ketertiban (Kantib) pasar juga selalu mengimbau pedagang dan pengunjung untuk memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak.

"Petugas Kantib berkeliling, dari UPT juga memantau pengunjung. Kalau nggak pakai masker kami ingatkan. Kalau masih tidak pakai harus keluar (PASTY), pedagang juga sama. Tapi pedagang sudah biasa semuanya pakai saya rasa," paparnya.

UPDATE Data 7 Pasien Covid-19 Sembuh Asal DIY: 5 dari Gunungkidul, 2 Lainnya Warga Sleman dan Bantul

Woro menambahkan, di PASTY juga pernah dilakukan inspeksi bersama dengan pihak Polsek, Kecamatan, dan UPT sebanyak 3-4 kali.

Pihaknya juga mendapat bantuan penambahan wastafel dari BPBD dan masjid-masjid.

"Penyemprotan (disinfektan) dilakukan setiap hari sekitar pukul 13.00 atau 14.00 mencakup seluruh kawasan. Tapi diperbanyak penyemprotan di tempat-tempat istirahat pengunjung," terangnya. 

Terpisah, seorang pedagang burung, Joko juga berpendapat pengunjung mulai agak ramai sejak dua pekan terakhir.

"Pas awal Covid-19 kosong, dua bulan saya tutup, selama Maret April. Tapi kalau ekonominya masih merosot, belum stabil. Banyak pengunjung tapi hanya untuk nonton-nonton saja," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM))

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved