Yogyakarta
Persiapan Tahun Ajaran Baru, Sekolah Lakukan Pembekalan Pembelajaran Daring
DIY yang belum berstatus zona hijau kemungkinan besar masih akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring untuk sekolah-sekolah.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai 13 Juli 2020.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan pembelajaran tatap muka hanya boleh dilakukan di zona hijau atau tidak terdapat kasus positif Covid-19.
Sementara, DIY yang belum berstatus zona hijau kemungkinan besar masih akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring untuk sekolah-sekolah.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Negeri 8 Yogyakarta, Slamet Nugroho mengatakan PJJ sangat membutuhkan kreativitas para guru. Banyak evaluasi yang ditemukan dari PJJ yang sudah dilaksanakan selama ini.
• Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Maksimal jika Dosen atau Guru Miliki Kemampuan Komunikasi yang Baik
Untuk itu, pihaknya merasa perlu melaksanakan workshop atau pembekalan kepada semua guru terkait sistem pengajaran PJJ.
“Guru di akhir-akhir waktu ini banyak yang merancang sistem pembelajaran secara daring. Jujur jika daring seperti ini kalau kita tidak kreatif akan membuat siswa ‘Mau ngapain sih? Lebih baik main saja lah.’ Dari pihak kurikulum akan mengadakan workshop. Jadi semua guru akan di-workshop-kan entah dia sudah mahir atau belum,” ungkap Slamet kepada Tribunjogja.com saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2020).
Slamet mengungkapkan, SMA Negeri 8 Yogyakarta sebelumnya telah mengadakan pembekalan sebanyak satu kali dan akan melakukan pembekalan lanjutan.
“Kita workshop bersama untuk membahas metode pembelajaran, entah pakai Zoom, Google Meet, atau Instagram Live. Kemudian sistemnya seperti apa. Ada yang kemarin berpikir oh pelajaran tertentu akan menggunakan video, film yang mendukung untuk itu,” tuturnya.
Terpisah, Kepala SMP Negeri 9 Yogyakarta, Sugiharjo mengungkapkan selama ini pihaknya menggunakan sarana seperti YouTube dan power point dalam PJJ.
Namun, menurutnya perlu dipertimbangkan pula konten-konten yang tidak terlalu memberatkan anak dalam membeli kuota internet.
• Disdikpora DIY Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh di Tahun Ajaran Baru
“Kalau kontennya cukup berat (secara biaya) akan berpengaruh pada kenyamanan anak. Yang utama dalam pembelajaran itu kenyamanan anak. Diharapkan apa yang diberikan ke anak itu membuat anak senang, kita memang nggak bisa membuat target kurikulum 100 persen, 50 persen itu sudah bagus,” ujar Sugiharjo.
Selain itu, menurutnya, PJJ perlu disesuaikan dengan karakteristik siswa yang menerimanya.
“Antara kelas A dan kelas B bisa berbeda, sehingga model pembelajarannya bisa berbeda. Bahkan, latar belakang setiap anak di keluarganya berbeda, ini perlu diperhatikan betul oleh guru,” imbuhnya.
Sugiharjo mengungkapkan, pihaknya juga akan merencanakan kegiatan pembekalan guru untuk membuat strategi pembelajaran daring yang lebih efektif.
“Dari Kemendikbud sebenarnya sudah banyak model-model pembelajarannya. Namun untuk mengaplikasikan dan memahami itu tidak bisa serta merta, butuh proses dan diskusi,” tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)