Bisnis

Okupansi Hotel di Yogyakarta Alami Sedikit Peningkatan sejak Dua Minggu Terakhir

Sekarang ini tingkat hunian hotel hanya berkisar 25 persen atau naik hanya sebesar 5 persen dibandingkan sebelumnya.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingkat hunian atau okupansi hotel di Yogyakarta menjelang fase new normal belum sesuai dengan harapan.

Sekarang ini tingkat hunian hotel hanya berkisar 25 persen atau naik hanya sebesar 5 persen dibandingkan sebelumnya.

"Peningkatan animo pengunjung masih sedikit sekitar 5 persen saja dari 20 persen menjadi 25 persen dan ini belum merata di semua hotel yang sudah beroperasional," ujar Deddy Pranowo Eriyono, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Kamis (18/6/2020).

Terpisah, Public Relation Manager Pesona Hotel Tugu Yogyakarta, Dita Retno mengatakan, okupansi di Pesonna Hotel Tugu Yogyakarta sudah lebih dari 30 persen dalam waktu kurang lebih 2 Minggu terakhir ini.

Tingkat Okupansi Hotel di DIY Masih Rendah, PHRI Berharap Intervensi dari Pemerintah

"Okupansi sudah lebih dari 30 persen tapi memang trendnya masih last minutes reservasinya terutama weekend malah lebih banyak reservasi daripada weekday. Dari total 131 kamar yang terisi sekitar 40 kamar," ucapnya Jumat (19/6/2020).

Dia mengatakan, kebanyakan pengunjung yang menginap di hotel masih perorangan yang berasal dari warga lokal atau dari luar Yogyakarta yang menggunakan mobil pribadi, walaupun sempat ada beberapa grup yang menginap tetapi dengan jumlah yang tidak banyak.

Sementara, General Manager Prime In Hotel Malioboro, Sulistiono mengatakan untuk sejauh ini okupansi di hotel masih rendah karena pengunjung yang menginap sebagian besar dari Jawa Timur dan Jawa Barat.

"Untuk room yang diberlakukan hingga sekarang ini masih 16 room dari total keseluruhan 77 room. Karena sebagian besar tamu kita dari Jawa Timur dan Jawa Barat yang berasal dari instansi seperti dinas, karena sekolahan dan perguruan tinggi belum ada kunjungan karena pandemi Covid-19 ini. Selain itu juga grup travel agent belum bisa membawa rombongan tamu" kata Sulistiono.

Sales Call jadi Strategi Prima In Hotel Malioboro untuk Gaet Tamu Selama New Normal

Sedangkan, Public Relation Manager The Alana Malioboro Yogyakarta, Lidwina Nonie mengungkapkan untuk kamar hotel dan fasilitas lain yang terdapat di The Alana Malioboro Yogyakarta sekarang ini sudah mulai dibuka walaupun belum banyak jika dibandingkan saat kondisi normal.

"Sejak 2 Minggu terakhir ini permintaan sudah mulai banyak mulai dari kamar, meeting termasuk event-event sosial. Untuk tamu yang menginap di hotel juga random, di area Yogyakarta ada lalu kemarin dari luar Yogyakarta juga banyak," ucap Nonie.

Lebih lanjut karena The Alana Malioboro Yogyakarta sudah siap menjelang new normal sesuai dengan protokol kesehatan bahkan untuk kamarnya dibuat dengan model selang-seling per lantai dari total keseluruhan 296 kamar.

"Misalnya kalau kamar 1 terisi, kamar 2 dikosongi baru kemudian kamar 3 yang diisi lagi. Kemudian untuk pelayanan di kamar setelah proses cek out di lakukan penyemprotan dengan desinfektan dulu oleh tim house keeping. Setelah itu, kita kasih proses sirkulasi udara sekitar 1-3 hari baru setelah itu digunakan untuk tamu berikutnya," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved