Breaking News:

Mantan Menpora Imam Nahrawi Minta KPK Tetapkan Taufik Hidayah jadi Tersangka, Ini Alasannya

Mantan Menpora Imam Nahrawi Minta KPK Tetapkan Taufik Hidayah jadi Tersangka, Ini Alasannya

Editor: Hari Susmayanti
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Terdakwa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kanan) menyampaikan nota pembelaan yang disiarkan secara live streaming dalam sidang lanjutan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/6/2020). Sidang tersebut beragendakan pembacaan pledoi atau nota pembelaan terdakwa atas tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum KPK. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi meminta Taufik Hidayah juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dana hibah Koni dan penerimaan gratifikasi.

Hal itu disampaikan Imam dalam pledoinya.

Menurut Imam, mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat semestinya juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menjadi perantara.

"Seharusnya bila ini dipaksakan menjadi perkara suap, secara logika Taufik Hidayat juga menjadi tersangka suap sebagai perantara,

tidak pandang beliau mengerti atau tidak uang itu harus diapakan dan dikemanakan," kata Imam, sebagaimana tertulis dalam salinan pledoi yang didapat Kompas.com.

Seperti diketahui, dalam persidangan sebelumnya Taufik mengakui pernah menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum.

Imam mengklaim tidak pernah mengetahui adanya penerimaan tersebut serta penerimaan dari pihak-pihak lain.

Ia menyebut, uang tersebut dialokasikan sendiri tanpa perjanjian tertulis dan baru ia ketahui setelah ia ditetapkan sebagai tersangka.

"Apakah ketidaktahuan saya ini menjadi tanggung jawab saya secara pidana juga? Mengingat mereka yang telah bermain api dan mengatasnamakan saya?" ujar Imam.

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Rapat Terkait Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Achmad Purnomo Tak Kaget Jika Rekomendasi PDIP Jatuh ke Gibran Karena Anak Presiden

Imam melanjutkan, dalam persidangan, Ulum pun tak pernah mengakui penerimaan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved