Update Corona di DI Yogyakarta

Dihantam Pandemi Corona, Usaha Suvenir Trofi di Yogyakarta Lesu

Pelaku usaha suvenir trofi di Yogyakarta harus mengalami penurunan omzet yang signifikan imbas pandemi Corona.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Penjual suvenir trofi di Jalan Mas Suharto Jambu, Danurejan, Kota Yogyakarta sedang membersihkan dagangannya pada Jumat (19/06/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaku usaha suvenir trofi di Yogyakarta harus mengalami penurunan omzet yang signifikan imbas pandemi Corona.

Satu diantaranya dialami oleh Budi Karya, pemilik toko trofi di Jalan Mas Suharto Jambu, Danurejan, kota Yogyakarta.

Budi Karya mengatakan, penurunan omzet penjualan trofi mencapai 80 persen. 

"Selama pandemi merosot sekali permintaan. Banyak pesanan yang dibatalkan padahal sudah membeli bahan baku pembuatan trofi," jelas Budi Karya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Jumat (19/06/2020).

Bertahan di Tengah Pandemi, Warga Sleman Sukses Jadi Pengusaha Wastafel Portabel Usai Alami PHK

Tak ada pemesanan, membuat Budi Karya harus menutup toko miliknya sejak Maret hingga Mei 2020.

Ia baru beroperasi lagi, pada minggu kedua di Bulan Juni.

"Ini baru dibuka lagi tokonya, hampir tiga bulan tutup total, sepi. Kami coba beroperasi lagi mungkin ada yang datang untuk pesan," ungkap Budi Karya

Budi menambahkan, adanya penurunan pembeli akibat sasaran utama pemasarannya produknya seperti lembaga pendidikan, pesantren, pengadaan seminar dan pemerintahan juga mengalami tekanan pandemi.

Selain itu, ia juga memasarkan produknya hingga ke Jawa Tengah.  

Padahal, kata Budi Karya, memasuki Februari hingga Juni ialah titik puncak pesanan tertinggi dalam setahun.

"Semestinya pemesanan trofi sudah banyak dilakukan pada Februari mengingat mendekati kelulusan di berbagai jenjang pendidikan. Lalu, pada Juni ini, seharusnya sudah dibanjiri pesanan trofi untuk perayaan kemerdekaan namun  hingga kini belum ada yang pesan," tutur Budi Karya.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 19 Juni 2020, Ada Satu Tambahan Kasus Baru

Budi  Karya mengatakan, ada beberapa pesanan yang sudah sejak tiga bulan dipesan baru diambil sekarang ini.

"Ya banyak yang pesan jauh hari, baru diambil sekarang. Mau gimana lagi kondisinya yang tidak mendukung, tak bisa menyalahkan pembeli juga," terang Budi Karya.

Selain itu, ia menambahkan, banyak juga pesanan yang sudah dibuat namun dibatalkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved