Wabah Virus Corona
Lagi-lagi Pasien COVID-19 Kabur dari RS, Lompat dari Lantai 2 Merusak Plafon
Pasien itu diduga kabur melalui plafon yang rusak dan melompat dari lantai 2 rumah sakit.
TRIBUNJOGJA.COM -Bukannya harus melakukan perawatan dan isolasi, seorang Pasien Positif Covid-19 malah kabur.
Entah kasus keberapa kali pasien terinfeksi Virus Corona yang sedang dirawat di rumah sakit kabur. Jika sebelumnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) kali ini seorang laki-laki berusia 25 tahun yang merupakan pasien COVID-19 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kabur dari rumah sakit saat sedang menjalani isolasi.
Direktur Rumah Sakit Talang Ubi dr Tri Fitrianti mengatakan, pasien itu diduga kabur melalui plafon yang rusak dan melompat dari lantai 2 rumah sakit.
Sebab, kejadian saat Pasien Positif Covid-19 mencoba kabur dari rumah sakit itu tidak terekam kamera pengawas yang berada di depan ruang perawatan isolasi.
Menurut Tri, pasien yang kabur itu diketahui ketika perawat kembali ke ruang isolasi untuk mengambil sampel swab pasien dan mengantar makanan. Namun, saat diperiksa kamar pasien sudah dalam keadaan kosong.
"Kejadiannya Selasa kemarin, ketika perawat hendak memberikan makan, pasien ini sudah tidak ada di tempat," kata Tri kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).
Mengetahui pasien tersebut kabur, pihak rumah sakit langsung melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Penangan Covid-19 PALI, untuk selanjutnya melakukan penjemputan.
Namun, pasien itu ternyata tidak ada di rumah ketika petugas mendatangi kediamannya. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, kami juga minta dukungan dari keluarganya agar pasien ini dirawat dulu agar bisa disembuhkan," ujar Tri.
Menurut Tri, pasien tersebut semestinya harus menjalani masa isolasi selama enam hari di rumah sakit.
Setelah itu, pasien diperbolehkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan ketat dari petugas medis.
"Enam hari di rumah sakit itu karena ada obat yang butuh pemantauan medis. Dengan kejadian ini, kami akan lebih meningkatkan pengamanan di rumah sakit," kata Tri.
• UPDATE Terkini Virus Corona di Indonesia 17 Juni 2020: Bertambah 1.031, Total Positif Jadi 41.431
Stres karena hasil swab
Seorang Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencoba kabur dari ruang isolasi.
Pasien pertama yang dinyatakan positif Virus Corona baru atau COVID-19 itu kabur dari ruang isolasi RSUD Hendrikus Fernandes Larantuka.
Direktur RSUD Hendrikus Fernandes Larantuka Sanny mengatakan, pasien itu stres karena sudah terlalu lama berada di ruang isolasi.
Pasien 01 itu telah enam kali menjalani tes swab. Tapi, seluruh hasilnya masih positif COVID-19.
"Dia stres karena sudah cukup lama, kami sudah berusaha komunikasi dan membujuk pasien itu," kata Sanny saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/6/2020).
Sanny menceritakan, pasien positif COVID-19 itu berasal dari Klaster KM Lambelu.
Ia diisolasi sejak awal Mei 2020. Pagi tadi, kata Sanny, pasien itu keluar dari ruang isolasi.
• Asa Baru Jelang New Normal, Bambang Mencoba Bangkit Setelah Terdampak Pandemi Virus Corona
Petugas medis langsung menahan pasien itu sebelum kabur ke rumah.
Tim medis dan pihak keamanan rumah sakit membujuk pasien itu. Mereka berjanji akan melakukan tes swab ulang pada besok pagi.
• PERINGKAT Jumlah Pasien Covid-19 Indonesia Salip Singapura, Malaysia, Jepang Jauh di Bawah
"Kami membujuk pasien itu agar bersabar, besok pukul 08.00 WITA akan lakukan pengambilan swab yang ketujuh," kata Sanny.
Pasien itu pun bersedia dan kembali ke ruangan isolasi untuk menjalani perawatan.
Sanny berharap, kejadian serupa ini tak terulang kembali. Pasien diminta bersabar agar bisa sembuh dari Covid-19.
Hingga Rabu (17/6/2020), sebanyak 108 kasus positif COVID-19 tercatat di Nusa Tenggara Timur.
Rinciannya, sebanyak 40 pasien sembuh dan satu pasien meninggal. Sisanya masih dirawat di sejumlah rumah sakit dan pusat karantina di NTT.(Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasien Covid-19 Lompat dari Lantai 2 Rumah Sakit",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/yang-harus-dilakukan-agar-puncak-wabah-virus-corona-di-indonesia-bisa-lebih-cepat-2.jpg)