Pendidikan

UAD Kembangkan Pistol Disinfektan Berbasis Sinar UV

Pusat riset CIRNOV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan alat disinfektan atau alat untuk membunuh kuman (bakteri, virus) berbentuk pistol yang

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Pusat riset CIRNOV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan alat disinfektan atau alat untuk membunuh kuman (bakteri, virus) berbentuk pistol yang berbasis sinar ultra violet (UV) jenis C. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pusat riset CIRNOV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan alat disinfektan atau alat untuk membunuh kuman (bakteri, virus) berbentuk pistol yang berbasis sinar ultra violet (UV) jenis C.

Pistol berbasis sinar UV ini bisa digunakan untuk keperluan disinfektan di rumah sakit, kantor,  peralatan medis, ruangan fasilitas umum.

Kepala CIRNOV UAD Prof Hariyadi mengungkapkan penggunaan pistol ini relatif mudah dioperasikan, cepat dan aman.

"Penggunaan pistol hanya diarahkan ke area yang ingin disterilkan untuk waktu sekitar satu menit sudah cukup membunuh virus bakteri. Relatif cepat dan operator tidak perlu meninggalkan ruangan karena pistol ini dilengkapi dengan pelindung sinar berupa reflektor," ujarnya Rabu (17/6/2020).

Pada bagian utama pistol ini terdapat sumber UV yang mampu membunuh bakteri dan virus.

Empat Dosen UAD Masuk Kategori Peneliti Terbaik

Kemudian ada reflektor untuk memberikan fokus cahaya ke sasaran barang-barang yang ingin disterilisasikan.

Reflektor tersebut berfungsi sebagai alat pemfokus sinar ke area obyek yang diinginkan.

"Selain itu reflektor fungsinya menahan jika sampel atau permukaan bahan-bahan yang kita sterilisasi kan itu memantul misalnya cermin logam bisa kita blok di situ," kata dia.

Alat tersebut juga dilengkapi tombol on-off untuk mengoperasikan pistol.

Kelebihan lainnya, pistol tersebut cukup praktis dan ringan karena beratnya hanya sekitar 0,5 Kg.

Untuk komponen bahan pembuatan pistol ini bisa diperoleh di pasar lokal.

"Pistol tersebut sudah didaftarkan HKl nya untuk mendapatkan proteksi konfigurasi dan susunan alatnya," katanya.

Uji-uji lanjutan mikrobiologi maupun penyempurnaan desain alat terus dilakukan agar pistol ini segera digunakan secara luas atau diproduksi masaI.

"Untuk mendapatkan hasil yang optimal itu perlu waktu. Kendala adalah uji, kita harus cermat di dalam uji mikrobiologi. Jangan sampai tidak memenuhi standar laboratorium biologi," ungkapnya.

RDK UAD Bagikan 400 Menu Buka Puasa Setiap Hari

Pistol tersebut telah dilakukan uji mikrobiologi menggunakan bakteri di Lab Mikrobiologi, Prodi Biologi Industri, Fakultas Sains dan Teknoiogi Terapan (FAST), UAD.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved