Update Corona di DI Yogyakarta

Dagadu Yogyakarta Perluas Jaringan Pembelian Secara Digital Selama Pandemi

Memperluas jaringan pembelian secara digital dilakukan untuk menyikapi penurunan omzet yang signifikan.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Supervisor Dagadu Yogyakarta, Muhammad Azam 

Laporan Reporter Tribun Joja, Nnada Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama pandemi Corona, usaha konveksi Dagadu Yogyakarta di jalan Alun-Alun Utara, Gondomanan, Kota Yogyakarta, lakukan perluasan jaringan pembelian secara digital untuk meningkatkan penjualan.

Supervisor Dagadu Yogyakarta, Muhammad Azam mengatakan, memperluas jaringan pembelian secara digital dilakukan untuk menyikapi penurunan omzet yang signifikan.

"Imbas pandemi sangat terasa bagi kami pelaku usaha konveksi. Omzet turun hingga 90 persen, maka untuk menyikapinya berjualan secara daring padahal, sebelumnya hanya berjualan melalui toko saja," jelas Azam kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Minggu (14/06/2020).

PT Aseli Dagadu Djokdja Gencar Produksi Masker Non Medis dan APD

Menurut Azam, penjualan secara daring untuk produk khas daerah agaknya kurang cocok.

Seharusnya pembeli harus datang langsung ke toko di daerah tersebut.

Namun akibat pandemi, berjualan Dagadu produk khas Yogyakarta pun ditempuh dengan dijual melalui market place digital.

"Kami buka jaringan penjualan ke beberapa e-commerce besar untuk memasarkan produk Dagadu. Terpaksa dilakukan untuk menutupi cashflow perusahaan, agar tidak gulung tikar," tuturnya lagi.

Azam menambahkan, penjualan secara daring memang pendapatannya belum begitu banyak dibandingkan dengan penjualan langsung dari toko.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 14 Juni 2020, Tambah 5 Kasus Baru

Tetapi, adanya pemasaran secara digital ternyata dapat membuat perusahaan masih bisa bertahan di tengah tekanan pandemi Corona.

"Sepertinya peluang usaha melalui penjualan digital memberikan warna tersendiri bagi pelaku usaha khususnya,  produk atau brand lokal khas daerah. Ini masih kita lakukan pemantauan efektivitasnya terhadap minat wisatawan terhadap produk kami," terang Azam.

Azam melanjutkan, apabila tetap dilakukan penjualan  produk secara daring sejauh mana pengaruhnya terhadap kunjungan wisatawan ke toko langsung.

"Sungguh, masih kami lakukan penyesuaian. Misalnya, tetap dilakukan penjualan produk secara digital, sejauh mana pengaruhnya terhadap animo wisatawan  untuk langsung membeli ke toko. Ini masih kami diskusikan dengan pihak terkait di toko," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved