Wabah Virus Corona

Tren Penularan Virus Corona di Bekasi Justru dari Rumah ke Rumah, Begini Kronologinya

Ada 7 dari 11 orang keluarganya yang dites swab dan dinyatakan positif COVID-19. Satu keluarga sempat berinteraksi pada saat momen Lebaran

Editor: Rina Eviana
Shutterstock
Ilustrasi Isolasi Mandiri 

TRIBUNJOGJA.COM, BEKASI - Kasus penularan Virus Corona SARS-CoV-2 yang mengakibatkan COVID-19 di Indonesia hingga kini masih terjadi.

Bahkan dari data update virus cotona yang disampaikan pemerintah, Jumat (12/6/2020) ada penambahan 1.111 kasus COVID-19 baru.

Penularan Virus Corona banyak terjadi di lokasi kerumunan. Namun tak menutup kemungkinan, rumah juga jadi sumber penularan virus Corona.

MALIOBORO KAWASAN WAJIB MASKER. Petugas menghentikan pesepeda agar menggunakan masker sebelum memasuki kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (11/6/2020). Pemerintah menetapkan Malioboro menjadi kawasan wajib memakai masker dan dilakukan pedataan pengunjung melalui buku tamu digital dan pemeriksaan suhu tubh guna menghindari adanya pernyebaran virus Corona.
MALIOBORO KAWASAN WAJIB MASKER. Petugas menghentikan pesepeda agar menggunakan masker sebelum memasuki kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (11/6/2020). Pemerintah menetapkan Malioboro menjadi kawasan wajib memakai masker dan dilakukan pedataan pengunjung melalui buku tamu digital dan pemeriksaan suhu tubh guna menghindari adanya pernyebaran virus Corona. (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

Sebagaimana Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengungkap, saat ini tren kasus COVID-19 di Kota Bekasi muncul dari rumah ke rumah.

Kasus ini terjadi di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria yang baru-baru ini. COVID-19 menginfeksi tujuh orang yang berstatus satu keluarga.

Rahmat kemudian menjabarkan kronologi penularan COVID-19 dari rumah ke rumah tersebut. Menurut dia, virus yang bernama resmi SARS-CoV-2 menginfeksi J, pedagang martabak.

Lalu J menularkan COVID-19ke keluarganya yang rumahnya saling berdekatan.

Sementara Camat Medan Satria, Lia Erlina mengatakan bahwa J terpapar COVID-19 setelah istrinya dinyatakan positif COVID-19 pada 30 Maret 2020.

Istri J kebetulan mempunyai penyakit bawaan kala itu. Sementara, J terpapar pada awal Juni. “Jadi istrinya dulu yang kena. Jadi awalnya ada yang laporan ke tim Puskesmas Pejuang bahwa ada laporan 1 warga di Pejuang terindikasi positif (istri J),” ucap Lia saat dihubungi, Jumat. Istri J yang dinyatakan positif COVID-19 pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah itu petugas kesehatan melakukan tes swab terhadap orang-orang yang berinteraksi dengan istri J. Namun, J baru dinyatakan positifCOVID-19 pada awal Juni.

Dia kebetulan beraktivitas sebagai pedagang martabak dan biasa berpergian ke pasar untuk membeli bahan baku dagangannya.

Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19
Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19 (Shutterstock/Kobkit Chamchod via kompas.com)

“Saat dinyatakn positif dia tidak ke mana-mana dan kebetulan usaha jualannya masih libur sehingga dia langsung diisolasi,” ucap Lia.

UPDATE 12 Juni Sore: Sebaran 1.111 Virus Corona Baru di Indonesia, Jatim Tertinggi, DIY Tambah 10

Tidak hanya J, keluarganya yang tinggal berdekatan juga dinyatakan positif saat dilakukan tracing.

Ada 7 dari 11 orang keluarganya yang dites swab dan dinyatakan positif COVID-19. Satu keluarga sempat berinteraksi pada saat momen Lebaran dan halalbihalal.

 “Setelah itu didapatkanlah ada 7 orang terdekatnya yang kebetulan memang bertetangga. Positif itu kakaknya J satu keluarga, ada suami, istri dan 2 anak positif. Kemudian, orangtua dari suaminya ini juga positif langsung ditangani dan isolasi d RSUD,” kata Lia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved