WHO Beri Pernyataan dan Peringatan tentang Kondisi Global Pandemi Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa situasi pandemi virus corona semakin memburuk di seluruh dunia, Senin.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
SALVATORE DI NOLFI
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI 

"Tetap di rumah jika Anda sakit dan hubungi penyedia layanan kesehatan," tambahnya.

Pengunjuk rasa dikarantina?
WHO terus menerus menekankan pentingnya melacak mereka yang mungkin telah melakukan kontak yang berkelanjutan dan dekat dengan orang yang terinfeksi.

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan mengatakan seseorang yang telah melakukan protes massal belum tentu memenuhi definisi teknis dari kontak.

"Itu kembali ke analisis kesehatan masyarakat setempat dan manajemen risiko lokal," katanya.

Para pengunjuk rasa bersorak ketika Kantor Polisi Distrik Ketiga membakar di belakang mereka pada 28 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota. Ketika kerusuhan berlanjut setelah kematian George Floyd, polisi meninggalkan bangunan kantor polisi, yang memungkinkan para pemrotes untuk membakarnya.
Para pengunjuk rasa bersorak ketika Kantor Polisi Distrik Ketiga membakar di belakang mereka pada 28 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota. Ketika kerusuhan berlanjut setelah kematian George Floyd, polisi meninggalkan bangunan kantor polisi, yang memungkinkan para pemrotes untuk membakarnya. (Stephen Maturen / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP)

"Mungkin ada situasi dengan pertemuan massal di mana pejabat kesehatan masyarakat setempat, atas dasar kehati-hatian, bisa menyarankan orang baik untuk karantina atau untuk diuji."

"Kami berharap bahwa dalam pertemuan massa sekarang, orang-orang yang sekarang memiliki empat hingga lima bulan untuk benar-benar menginternalisasi, bahwa seseorang yang tidak sehat, harus benar-benar di rumah dan tidak terlibat dalam aktivitas publik apa pun.

"Tapi kami akan selalu tunduk pada otoritas nasional dan sub-nasional jika mereka ingin dan perlu mengambil tindakan kesehatan masyarakat yang diperlukan berdasarkan penilaian risiko, yang didasarkan pada bukti ilmiah."

Sementara itu Tedros mengatakan bahwa WHO sejauh ini telah mengirim lebih dari lima juta item alat pelindung diri ke 110 negara.

Badan kesehatan global bertujuan untuk mengirimkan lebih dari 129 juta item APD ke 126 negara.

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved