Update Corona di DI Yogyakarta
Selama Pandemi, Permintaan Sepeda di Gunungkidul Alami Peningkatan
Permintaan sepeda dari masyarakat mengalami lonjakan selama pandemi Covid-19.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu diramaikan dengan banyaknya pesepeda yang melintas.
Permintaan sepeda dari masyarakat pun disebut turut mengalami lonjakan.
Rupanya, tren bersepeda juga terjadi di wilayah Gunungkidul.
Hal itu diungkapkan oleh Yuyun (37), pemilik toko sepeda di Wonosari.
"Permintaan sepeda memang akhir-akhir ini mengalami lonjakan, terutama sejak pandemi COVID-19," ungkap Yuyun ditemui pada Selasa (09/06/2020).
• Toko Sepeda di Yogyakarta Alami Peningkatan Pembeli
Yuyun mengungkapkan kebanyakan para pembeli berasal dari kalangan keluarga.
Mereka terutama mencari sepeda untuk digunakan putra-putrinya.
Sebagian besar pembeli pun berasal dari sekitaran Gunungkidul.
Menurutnya, rata-rata sepeda yang dicari adalah jenis MTB (Mountain Bike) alias sepeda gunung.
Kebanyakan mereka mencari sepeda dengan rentang harga Rp 2 jutaan.
"Saya juga menambah pasokan sepeda lagi dari luar daerah karena permintaan meningkat," kata Yuyun.
Yuyun mengatakan para pembeli beralasan ingin lebih banyak berolahraga dengan sepeda.
Alasan lainnya, mereka jenuh karena berada di rumah secara terus-menerus selama pandemi COVID-19.
Tak hanya Yuyun, Barkah yang merupakan penyedia jasa aksesoris sepeda secara online juga merasakan hal serupa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/selama-pandemi-permintaan-sepeda-di-gunungkidul-alami-peningkatan.jpg)