Breaking News:

Wabah Virus Corona

Penjelasan Ahli Soal Amankah Bersepeda di Tengah Pandemi Virus Corona

Walau demikian, kita wajib memperhatikan protokol kesehatan, apalagi jika kegiatan gowes ini dilakukan beramai-ramai.

Editor: Rina Eviana
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
PERSIAPAN NEW NORMAL. Pesepeda beristirahat di kawasan simpang empat Tugu, Kota Yogyakarta, Selasa (26/5/2020). Pemda DIY tengah menyiapkan SOP dalam mempersiapkan pola new normal dengan penerapan protokol kesehatan dan masa tanggap darurat Covid-19 di wilayah DIY akan berakhir pada 29 Mei 2020. 

TRIBUNJOGJA.COM -Di tengah pandemi Virus Corona (COVID-19) bersepeda kembali menjadi tren. Selain menjadi alat transportasi yang dinilai lebih aman ketimbang transportasi umum, bersepeda juga jadi gaya hidup sehat.

Namun belakangan terutama di Yogyakarta, aktivitas bersepeda masyarakat setempat disorot lantaran dalam dua hari terakhir kemarin ribuan pesepeda memadati jalanan Kota Gudeg.

Tak hanya itu, para pesepeda juga nongkrong di pusat kota seperti Malioboro dan Titik Nol Kilometer tanpa memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19.

GUNAKAN PELINDUNG WAJAH. Warga menaiki sepeda dengan mengenakan face shield atau pelindung wajah saat melintas di kawasan Alun-Alun Selatan, Kota Yogyakarta, Minggu (31/5/2020). Kesadaran warga untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker atau bahkan face shield saat berkatifitas di luar ruangan merupakan bentuk kesadaran diri dalam mengurangi resiko terjadinya penularan virus Corona.
GUNAKAN PELINDUNG WAJAH. Warga menaiki sepeda dengan mengenakan face shield atau pelindung wajah saat melintas di kawasan Alun-Alun Selatan, Kota Yogyakarta, Minggu (31/5/2020). Kesadaran warga untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker atau bahkan face shield saat berkatifitas di luar ruangan merupakan bentuk kesadaran diri dalam mengurangi resiko terjadinya penularan virus Corona. (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

Bersepeda memang menjadi olahraga sehat. Apalagi di tengah pandemi.

Walau demikian, kita wajib memperhatikan protokol kesehatan, apalagi jika kegiatan gowes ini dilakukan beramai-ramai.

Menurut David Nieman, Dr.PH., profesor kesehatan di Appalachian State University, bersepeda di luar ruangan tetap aman selama kita melakukannya sendirian.

Ia tak menyarankan untuk bersepeda bersama-sama, karena ketika orang berkumpul bersama dan seseorang bersin atau batuk, droplet akan melekat ke benda yang disentuh orang, lalu ada kemungkinan mereka menyentuh wajahnya.

Jangan Salah Kaprah, Berikut Tips Aman Bersepeda di Tengah Pandemi Virus Corona

Paparan droplet antarsepeda bisa terjadi dalam jarak 10 meter dengan kecepatan sekitar 10 km per jam.

Untuk itu, yang terbaik saat ini adalah bersepeda solo sambil menikmati alam bebas di daerah-daerah yang tidak padat.

eorang warga bersepeda melintas di depan gambar mural Presiden Brazil Jair Bolsonaro di Rio de Janeiro, Brazil, 24 Maret 2020. Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona menjadi insipirasi seniman grafiti untuk memberikan peringatan dan motivasi bagi warga dalam menghadapi virus tersebut.
eorang warga bersepeda melintas di depan gambar mural Presiden Brazil Jair Bolsonaro di Rio de Janeiro, Brazil, 24 Maret 2020. Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona menjadi insipirasi seniman grafiti untuk memberikan peringatan dan motivasi bagi warga dalam menghadapi virus tersebut. (AFP/MAURO PIMENTEL)

Cobalah mengatur waktu dan rute yang akan dilalui supaya tak ada banyak orang berlalu-lalang. Hindari bersepeda ke wilayah zona merah penyebaran COVID-19.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved