Striker PSS Sleman Yevhen Bokhashvili Ungkap Alasannya Tak Mudik Selama Kompetisi Disetop

Yevhen Bokhasvili mengungkap alasannya tidak pulang kampung selama pandemi Covid-19 mewabah.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Instagram/Yevhen Bokhashvili
Yevhen Bokhashvili 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kompetisi sepak bola di Indonesia telah disetop sejak pertengahan Maret lalu akibat pandemi Covid-19.

Sejumlah pemain asing memutuskan untuk pulang kampung ke negara asalnya.

Namun ada juga yang memilih untuk tetap bertahan di Indonesia.

Bintang PSS Sleman, Yevhen Bokhashvili, merupakan satu dari sekian pemain asing yang memilih untuk tetap bertahan di Indonesia selama kompetisi disetop.

Usir Kejenuhan, Bintang Persija Jakarta Ajak Penggawa PSS Sleman dan Bali United Berlatih Bersama

Rencana Liga 1 Digelar Tanpa Penonton, Begini Respon Legiun Asing PSS Sleman, Aaron Evans

Legiun asal Ukraina itu mengungkap alasannya tidak pulang kampung selama pandemi Covid-19 mewabah.

Menurutnya, ia memilih tidak pulang karena menunggu keputusan PSSI terkait kelanjutan kompetisi kasta tertinggi.

"Saya memilih bertahan di Sleman karena saya menunggu keputusan federasi terkait kelanjutan kompetisi," ujarnya saat dihubungi Tribunjogja.com.

Bomber PSS Sleman, Yevhen Bokhashvili saat menjalani latihan di Lapangan Sepakbola Yogyakarta Independen School (YIS), beberapa waktu lalu
Bomber PSS Sleman, Yevhen Bokhashvili saat menjalani latihan di Lapangan Sepakbola Yogyakarta Independen School (YIS), beberapa waktu lalu (TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan)

Selain menunggu keputusan PSSI terkait keberlangsungan kompetisi, diakui Yevhen, pertimbangan lainnya untuk tidak mudik ke negara asalnya juga karena penerbangan yang cukup lama dan sangat melelahkan.

Seperti diketahui, penerbangan nonstop dari Indonesia menuju Ukraina rata-rata memakan waktu hingga 16 jam.

Karena itu, dirinya memilih untuk bertahan di Sleman selama dua bulan terakhir.

Selain dirinya, diungkap Yevhen, legiun asing PSS Sleman lainnya, Guilherme Felipe de Castro atau karib disapa Batata juga memutuskan untuk bertahan di Sleman.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan di PSS Sleman itu, disebut Yevhen juga memiliki pertimbangan yang sama.

Legiun asing PSS Sleman, Guilherme Felipe de Castro Batata saat tampil lawan Badak Lampung FC pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (27/4/2019) lalu
Legiun asing PSS Sleman, Guilherme Felipe de Castro Batata saat tampil lawan Badak Lampung FC pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (27/4/2019) lalu (Tribun Jogja/ Hanif Suryo)

Yakni, lamanya jarak tempuh penerbangan ke Brasil yang bisa memakan waktu hingga 19 jam.

Persiapan Piala Dunia U-20 2021, PSSI Intens Berkomunikasi dengan FIFA

Reaksi Suporter PSS Sleman terkait Wacana Kompetisi Liga 1 Dilajutkan Tanpa Penonton

"Saya selalu di Sleman, saya tidak pulang ke rumah (Ukraina). Saya dan Batata berada di Sleman. Penerbangan yang sangat panjang ke Ukraina dan Brasil jadi pertimbangan lainnya," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved