JUMLAH Pasien Covid-19 Indonesia di Bawah Mesir, Malaysia Peringkat 62 Dunia
Hingga Jumat (5/6/2020) virus corna di dunia menjangkiti sebanyak 6.702.605 kasus, 393.210 kasus dan pasien sembuh mencapai 3.250.532 kasus.
Tribunjogja.com Yogyakarta --- Virus Corona atau COVID-19 mempengaruhi 213 negara dan teritori di seluruh dunia dan 2 alat angkut internasional.
Hingga Jumat (5/6/2020) virus corna di dunia menjangkiti sebanyak 6.702.605 kasus, 393.210 kasus dan pasien sembuh mencapai 3.250.532 kasus.
Berikut jumlah pasien positif virus corona di 35 negara di dunia termasuk Indonesia dirangkum Tribunjogja.com dari worldometers:
1 USA 1,924,051
2 Brasil 615,870
3 Rusia 441,108
4 Spanyol 287,740
5 Inggris 281,661
6 Italia 234,013
7 India 226,713
8 Jerman 184,923
9 Peru 183,198
10 Turki 167,410
11 Iran 164,270
12 Prancis 152,444
13 Chili 118,292
14 Mexico 105,680
15 Kanada 93,726
16 Saudi Arabia 93,157
17 Pakistan 89,249
18 China 83,027
19 Qatar 63,741
20 Belgium 58,767
21 Bangladesh 57,563
22 Netherlands 46,942
23 Belarus 45,981
24 Sweden 41,883
25 Ecuador 40,966
26 South Africa 40,792
27 UAE 37,018
28 Singapura 36,922
29 Kolombia 35,120
30 Portugal 33,592
31 Swiss 30,913
32 Kuwait 29,921
33 Mesir 29,767
34 Indonesia 28,818
35 Ukrania 25,411
Sedangkan negara tetangga Indonesia berada diposisi ke 62 dengan jumlah pasien sebanyak 8,247 kasus. Posisi Malaysia berada di bawah Norwegia di atas Maroko.
Vaksin
Vaksin corona akan tersedia pada akhir 2020 atau awal 2021. Musim panas ini, Amerika Serikat akan menguji vaksin virus corona pada 30.000 orang dan siap memproduksi ratusan juta dosis vaksin untuk virus SARS-CoV-2.
Uji coba vaksin tersebut, seperti dilansir dari Business Insider, Kamis (4/6/2020), dijadwalkan akan dimulai pada pekan pertama Juli mendatang. Dr Anthony Faucy, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengatakan pekan depan ratusan juta dosis vaksin corona akan disetujui untuk tersedia pada tahun 2021.
Perusahaan bioteknologi, Moderna, yang membuat vaksin virus corona penyebab Covid-19, akan mulai menguji vaksinnya pada 30.000 orang.
Itu merupakan Fase 3 dari proses pengembangan klinis vaksin corona.
Fase ini adalah tahap uji coba terakhir sebelum vaksin untuk melawan infeksi virus SARS-CoV-2, memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).
"Kami akan memulai membuat dosis vaksin, jauh sebelum vaksin itu berfungsi," kata Fauci.
Dia mengatakan hasil uji coba vaksin pada puluhan ribu orang tersebut, kemungkinan hasilnya baru dapat diketahui pada November mendatang.
Dua perusahaan China yang bekerja di bawah pengawasan negara mengatakan siap memproduksi vaksin corona secara massal, paling cepat Desember 2020.
Institut Produk Biologi Wuhan dan Institut Produk Biologi Beijing mengumumkan mereka telah memasuki fase II uji klinis.
Ada 2.000 relawan yang terlibat dalam uji coba dan telah divaksinasi pekan lalu.
Seperti dilaporkan Reuters pada Sabtu (30/5/2020), laboratorium China itu bekerja di bawah arahan Partai Komunis State-owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC).
Institut produk biologi Wuhan dan Beijing menerima persetujuan dari pemerintah China untuk melakukan uji klinis Fase II pada pertengahan April.
Dilansir Newsweek, Minggu (31/5/2020), pejabat di Institut Produk Biologis Beijing mengatakan bahwa mereka sedang menyiapkan lini produksi virus corona untuk 100 hingga 120 juta dosis.
Kedua pusat penelitian China mengatakan, vaksin itu diperkirakan siap dan bisa didistribusikan pada awal 2021.
Ketua grup Sinopharm Liu Jingzhen mengatakan kepada media pemerintah China (29/5/2020) bahwa 180 relawan yang sudah diuji menunjukkan peningkatan antibodi yang tahan terhadap virus corona.
Tingkat perlindungan dari vaksin ini adalah 100 persen.
Para peneliti di perusahaan bioteknologi yang berbasis di Beijing, Sinovic, mengatakan kepada Sky News pada Sabtu (30/5/2020) bahwa mereka sedang merencanakan untuk mengadakan uji klinis Fase III di Inggris.
"Ini harus berhasil, 99 persen (pasti)," ungkap peneliti Sinoac Luo Baishan.
Dr. Peter Hotez dari Baylor College mengatakan kepada MSNBC, Minggu (31/5/2020) bahwa vaksin yang berhasil dikembangkan sebelum pertengahan 2021 merupakan pembuatan vaksin dengan rekor tercepat sepanjang masa.
Minggu lalu, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) AS, Anthony Fauci, mengatakan vaksin corona bisa siap pada awal November.
Food and Drug Administration (FDA) mempercepat proses uji coba vaksin corona.
Federasi Internasional Produsen dan Asosiasi Farmasi (IFPMA) yang berbasis di Jenewa mengadakan konferensi virtual pada hari Kamis (28/5/2020).
Saat itu, IFPMA membahas masalah yang tengah dihadapi industri dalam memproduksi vaksin yang aman pada skala global. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jumlah-pasien-covid-19-indonesia-di-bawah-mesir-malaysia-peringkat-62-dunia.jpg)