Sengketa Perbatasan India Vs China: Tentara Kedua Negara Pindah Perang di Media Sosial
Militer China, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan seterunya tentara India mereka memindahkan perkelahian fisik mereka soal sengketa perbatasan
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Militer China, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan seterunya tentara India mereka memindahkan perkelahian fisik mereka soal sengketa perbatasan di Himalaya ke platform media sosial.
Kedua belah pihak, yakni Tiongkok dan India disebut sedang dan telah menurunkan tensi perseteruan.
Sebuah posting-an dengan foto-foto yang memperlihatkan beberapa tentara India yang konon dijatuhkan oleh tentara PLA dalam pertempuran dengan India di wilayah perbatasan Danau Pangong, diedarkan di antara situs web militer Cina pada hari Minggu.
Di situs media sosial China, WeChat, seorang tentara Cina memposting foto-foto yang memperlihatkan sejumlah tentara India terbaring di tanah dengan sekelompok tentara PLA berdiri di dekatnya dengan tongkat di tangan mereka.
Foto-foto itu disertai dengan keterangan Cina yang mengatakan pihak Tiongkok "Hanya satu tentara yang terluka, tetapi lusinan tentara India terluka".
Laporan itu diterbitkan satu hari setelah pihak India memposting video di YouTube yang menunjukkan bahwa pasukan India telah menangkap seorang perwira Cina selama perkelahian hebat di Danau Pangong, sekitar 4.350 meter (14.300 kaki) di atas permukaan laut di Himalaya .
Dalam video yang tidak termasuk tanggal kejadian, juga menunjukkan kendaraan militer PLA yang rusak di oleh pasukan India.
Dua sumber independen yang dekat dengan PLA mengatakan "perwira Cina yang terluka adalah seorang penerjemah yang dibawa oleh pasukan India, tetapi kemudian dibebaskan dengan cedera kecil setelah pihak China meminta bala bantuan".
Sumber itu mengatakan tentara dari kedua belah pihak telah beralih ke media sosial untuk memberikan kesan keberanian mereka, sementara komandan mereka ingin mengecilkan perselisihan.
Satu sumber menunjukkan bahwa foto-foto prajurit India yang terluka dipasang oleh seorang prajurit Tiongkok di akun media sosial pribadinya dan bukan di saluran resmi.
"Beijing tidak ingin orang-orangnya berpikir bahwa tentara China kalah dalam pertempuran tetapi pada saat yang sama mereka sadar untuk tidak meningkatkan masalah ini," kata sumber yang enggan disebutkan namanyakepada South China Morning Post.
Pakar militer yang bermarkas di Beijing, Zhou Chenming mengatakan pasukan perbatasan China telah diminta untuk menahan diri.
"Dalam perselisihan perbatasan, China selalu ingin mempertahankan status quo, terutama sekarang ketika kedua belah pihak harus melakukan semua yang mereka bisa untuk menghindari pertempuran," kata Zhou.
"Cina sibuk menangani pandemi Covid-19 dan masalah lain seperti Taiwan dan Hong Kong, dan India juga menghadapi situasi Covid-19 yang serius."
Menakar kemungkinan perang
Rajeev Ranjan Chaturvedy, seorang pakar hubungan internasional yang berbasis di New Delhi, setuju dengan analisis Zhou, dengan mengatakan bahwa China dan India memahami keseriusan dan sensitivitas sengketa perbatasan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/foto-memperlihatkan-pasukan-pla-konon-menjatuhkan-beberapa-tentara-india-dalam-pertempuran.jpg)