Kelompok Turkestani Tewaskan Seorang Perwira Turki di Suriah Barat

Seorang perwira Turki, Letnan Janbir Tatar (nama asli belum diumumkan), tewas akibat ledakan bom rakitan di wilayah Jisr Al-Shugour, Idlib barat.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
www.sputniknews.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Seorang perwira Turki, Letnan Janbir Tatar (nama asli belum diumumkan), tewas akibat ledakan bom rakitan di wilayah Jisr Al-Shugour, Idlib barat.

Bom meledak saat kendaraan tempur patrol Turki melintasi jalan raya bebas hambatan M4 yang dibuka untuk umum sejak Senin (25/5/2020).

Tidak ada pihak atau kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan bom yang menimpa pasukan Turki itu.

Janbir Tatar luka terkena pecahan besi bom rakitan di tepi jalan itu. Ia diterbangkan ke sebuah rumah sakit di Reyhanli, dekat perbatasan Turki-Suriah.

Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah menyebut pelaku pengeboman dari kelompok Al Islamad Turkestani.

Kelompok itu berintikan petempur-petempur sipil asal Xinjiang (Uyghur) yang menguasai wilayah Jisr Al-Shugour. Mereka angkat senjata berusaha mendirikan Republik Islam Turkestan Timur.

"Menurut informasi yang diterima Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah, para militan kelompok Al-Islamad-Turkestani  terlibat dalam serangan itu,” kata Laksamana Oleg Zhuravlev, Kamis (28/5/2020).

Dia menambahkan sebuah mobil dari konvoi militer Turki telah diledakkan oleh alat peledak improvisasi pada 27 Mei, sekitar pukul 10.40 waktu setempat. Mereka tengah berpatroli di sepanjang jalan raya M4 di zona de-eskalasi Idlib, di sekitar permukiman Inzik.

"Seorang tentara Turki yang terkena pecahan bom sebagai akibat ledakan dan dievakuasi ke Turki, meninggal”, lanjut Zhuravlev.

Situasi di Idlib Suriah memburuk pada akhir Februari 2020 ketika teroris dari kelompok Hay'at Tahrir al-Sham  memulai ofensif besar-besaran ke pasukan pemerintah Suriah.

Tentara Suriah membalas dan berusaha mendesak jauh ke kota Idlib. Krisis berujung tewasnya puluhan tentara Turki yang berada di pos-pos militer yang mereka didirikan di Idlib.

Konflik ganas itu memaksa Rusia dan Turki berunding guna menciptakan gencatan senjata. Presiden Vladimir Putin dan Presiden Turki Erdogan pada 5 Maret 2020 mengadakan pembicaraan di Moskow.

Hasilnya, lahir dokumen bersama yang menyatakan kepatuhan mereka terhadap format Astana dan mengumumkan gencatan senjata.

Moskow dan Ankara sepakat untuk melakukan patroli bersama di jalan raya M-4. Zona selebar 6 kilometer di kiri dan kanan jalan raya itu harus steril dari kelompok bersenjata.

Jalan raya M4 menghubungkan kota pelabuhan Latakia dan kawasan industri Aleppo sepanjang 80 kilometer.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved