Wabah Virus Corona

Pakar Epidemiologi UAA Prediksi Kasus COVID-19 di Indonesia pada Juni Melonjak Akibat PSBB Longgar

kasus COVID-19 di Indonesia akan mengalami lonjakan sepekan setelah hari raya Idulfitri jika pemerintah gagal mengendalikan masyarakat.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Yoseph Hary W
Ist/ Tribunjogja
Pakar Epidemiologi Universitas Alma Ata (UAA) sekaligus Rektor UAA, Prof. dr. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK.   

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Hampir tiga bulan COVID-19 menjadi pandemi di Indonesia, belum ada tanda yang menunjukkan penurunan kasus Virus Corona.

Bahkan, diperkirakan kasus COVID-19 di Indonesia akan mengalami lonjakan sepekan setelah hari raya Idulfitri jika pemerintah gagal mengendalikan masyarakat. 

Salah satu pengendalian terhadap masyarakat dengan meminta tetap berada di rumah, tidak melakukan salat Ied di masjid atau di lapangan.

Selan itu tidak melakukan budaya silaturahmi sebagaimana Idulfitri pada tahun sebelumnya.

Pengendalian itu karena kini masih di tengah pandemi Virus Corona.

Hal itu disampaikan Pakar Epidemiologi Universitas Alma Ata (UAA), Prof. dr. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK.

Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. (Shutterstock via kompas.com)

Dia menyatakan, kasus Virus Corona yang timbul akibat tertular kasus lain (secondary attack rate) berbanding lurus dengan adanya kerumunan.

“Makin banyak kerumunan, makin tinggi secondary attack rate dan makin tinggi kasus Covid-19 di Indonesia,” papar Hamam dari keterangan tertulis kepada Tribunjogja.com, Sabtu (23/5/2020).

Hamam menegaskan, kasus COVID-19 di Indonesia pernah melambat pada 10-18 April 2020,

akan tetapi kembali mengalami kenaikan sepekan setelah pemerintah mengeluarkan izin moda transportasi untuk aktif kembali.

“Meskipun pemerintah menyatakan tidak melakukan pelonggaran, faktanya kebijakan pemerintah tersebut menjadikan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) longgar dan memicu kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia,” ungkap Rektor UAA ini.

Masa kritis

Selain itu, lanjut dia, adanya keinginan masyarakat Indonesia untuk tetap melakukan Salat Ied di masjid dan lapangan

serta tetap melakukan budaya silaturahmi selama lebaran akan menjadi waktu kritis bagi Indonesia untuk terjadinya lonjakan kasus COVID-19 yang signifikan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved