Dewan Minta Pemkot Yogyakarta Perkuat Akurasi Data Penerima Bantuan COVID-19

Legislatif mengatakan, jangan sampai ketidakakuratan data menjadi informasi yang salah hingga mengakibatkan bantuan menjadi tidak tepat sasaran

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DPRD Kota Yogyakarta meminta pemkot setempat untuk memperkuat basis data maupun akurasi penerima bantuan COVID-19.

Legislatif mengatakan, jangan sampai ketidakakuratan data menjadi informasi yang salah hingga mengakibatkan bantuan menjadi tidak tepat sasaran dan tumpang tindih saat pelaksanan di lapangan.

"Berdasarkan pengecekan di lapangan masih kita temui terjadinya penerima bantuan ganda yang diberikan Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kota," kata Muhammad Ali Fahmi,
Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Sabtu (23/5/2020).

"Untuk itu kami mendorong Dinas Sosial Kota Yogyakarta untuk melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan dari pemerintah. Kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah Pusat dan Provinsi sehingga diharapkan bulan berikutnya tidak terjadi lagi penerima bantuan ganda," sambung dia.

Data dan nominal bantuan

Dia menjelaskan, di Kota Yogyakarta, ada sekitar 68.704 kepala keluarga (KK) yang mendapat bantuan sosial.

Bantuan dari Pusat 30.889 KK dengan nominal bantuan Rp200 ribu dan Rp600 ribu dengan jangka waktu 3 bulan, 9 bulan dan 12 bulan.

Sementara bantuan dari Provinsi untuk 22.996 KK senilai Rp400 ribu untuk 3 bulan. Sedangkan dari Kota sejumlah 14.819 KK dengan nominal bantuan Rp600 ribu selama 3 bulan.

Dia menyebut bahwa, terjadinya penerima bantuan ganda adalah imbas dari tidak adanya sinkronisasi data terlebih dahulu dari Pusat, Provinsi dan Kota sebelum bantuan dibagikan ke warga.

Selain itu, waktu pencairan bantuan juga tidak serentak sehingga menyulitkan Pemkot dalam melakukan verifikasi dan validasi data.

"Dengan segera dilakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan, diharapkan data ganda dapat dialihkan ke warga yang lain. Mengingat masih banyak warga yang layak untuk menerima bantuan," ucapnya.

Sementara Dinsos Yogyakarta sampai berita ini ditulis belum memberikan konfirmasi terkait adanya laporan penerima bantuan sosial ganda di sejumlah wilayah setempat.

(*/ jsf/ Tribunjogja.com)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Yoseph Hary W
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved