Breaking News:

Kulon Progo

Dinas Perdagangan dan Peridustrian Kulon Progo Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Stabil

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (disdagin) Kulon Progo, memastikan stok dan harga beberapa bahan pokok di pasar-pasar Kulon Progo, stabil.

TRIBUNJOGJA.COM / Irvan Riyadi
Suasana Pasar Wates, Jumat (22/5/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (disdagin) Kulon Progo, memastikan stok dan harga beberapa bahan pokok di pasar-pasar Kulon Progo, stabil.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Disdagin Kulon Progo, Iffah Mudiati saat meninjau keadaan di pasar-pasar yang ada di Kulon Progo, Jumat (22/5/2020).

Iffah Mudiati, menuturkan, belum ada potensi kenaikan harga, maupun kekurangan ketersediaan bahan pokok yang ada dalam lingkup dinasnya, seperti beras, daging, telur, gula pasir, hingga minyak goreng.

"Relatif stabil dan aman, baik harga maupun stok," ungkap Iffah, Jumat pagi.

Hasil Rapid Test Massal di Kulon Progo, Total 7 Warga Reaktif

Hal itu, berdasarkan data pantauan Disdagin, yang selalu diperbaharui setiap pekannya. 

"Karena kita selalu pantau, rutin setiap Senin dan Kamis, setiap minggunya, dan sesegera kami perbarui," katanya.

Terkait persiapan menjelang hari raya pun, Iffah menegaskan hal yang serupa.

Sekalipun biasanya ada potensi fluktuasi harga dan stok, kali ini sedikit berbeda menurutnya.

"Animo pembeli, terkontrol. Bahkan relatif di bawah rata-rata tahun sebelumnya, mengingat situasi dan kondisi pandemi," ujarnya.

Berkaitan pula dengan pandemi, Iffah, mengemukakan bahwa, sekalipun harga relatif stabil, pihak tetap melakukan operasi pasar.

Dengan menjual beberapa bahan pokok, dengan harga lebih murah daripada harga pasar rata-rata.

Demi Persunting Pujaan Hati, Pemuda dari Bojonegoro Ini Rela Jalani Isolasi Mandiri di Kulon Progo

Operasi pasar tersebut, dilakukan dengan cara melakukan pendataan calon pembeli yang memiliki kemampuan tertentu, dengan pihak Kalurahan dan Kapanewon (Kecamatan).

"Setelah pendataan calon pembeli oleh Pedukuhan, dan koordinasi dengan lurah dan panewu, operasi pasar kita lakukan. Meliputi paket sembako dari Disperindag DIY, dan gula pasir dari Bulog dan pabrik Madukismo," pungkas Iffah.

Hal itu, penting dilakukan, mengingat di tengah masa pandemi, sekalipun harga relatif stabil, namun kemampuan atau daya beli masyarakat, juga menurun drastis, karena terdampak ekonomi dari covid-19. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Irvan Riyadi
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved