Resep Membuat Lontong Makanan Tradisional Khas Lebaran

Selain ketupat, pengganti nasi yang disajikan di hari lebaran adalah lontong. Berikut resep membuat lontong dari pemilihan daun sampai cara memasak.

Tayang:
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Yoseph Hary W
Shutterstock
Resep Membuat Lontong Makanan Tradisional Khas Lebaran 

TRIBUNJOGJA.COM - Ada berbagai makanan tradisional khas lebaran atau Idul Fitri. Selain ketupat, pengganti nasi yang disajikan sebagai hidangan lebaran adalah lontong.

Beberapa orang memilih lontong sebagai pengganti nasi daripada ketupat. Kedua makanan ini sama-sama dibuat dari beras dan direbus.

Berbeda dengan ketupat, lontong dibungkus daun pisang panjang. Lontong sendiri biasa disajikan dengan kari ayam atau opor.

Lontong yang enak pastinya mulai dengan pemilihan daun, mengolah beras dengan tepat, hingga membungkus dan merebusnya.

Supaya lontong padat, gurih, dan tahan lama, ada beberapa tips membuat lontong. Mengutip dari Grid Health, berikut resep membuat lontong :

Daun yang digunakan

1. Gunakan daun pisang batu agar warna lontong hijau segar bukan hitam kusam.

2. Pilih daun yang lebar dan utuh supaya membungkus jadi lebih mudah.

3. Daun yang kecil atau sudah sobek-sobek bisa digunakan dengan cara disambung, tetapi menyulitkan pembungkusan bagi pemula.

4. Lap bagian depan dan dalam daun pisang, menggunakan serbet basah sampai bersih betul.

5. Sebelum digunakan daun pisang harus dilayukan dulu agar tak mudah sobek.

Jemur daun pisang dibawah sinar matahari secara tak langsung. Atau daun pisang digarang diatas api kecil sampai warnanya berubah.

Proses membuat lontong

1. Lontong bisa dibuat dari beras atau dari aron yang dibuat lembek ketimbang nasi biasa.

2. Bagi pemula, aron bisa jadi pilihan karena lebih mudah dibuat.

Perbandingan beras dan air adalah 1:2. Perbandingan ini artinya, jika kita menggunakan 100 gram beras, pakai 200 ml air.

3. Lontong dibuat dari dalam selongsong daun dengan salah satu ujung terbuka.

4. Selongsong lontong harus dibuat dari lapisan daun yang bergulung-gulung.

5. Berbeda dengan pepes, daun yang terkena beras adalah bagian luar. Bukan bagian dalam seperti membuat pepes. Dengan begitu lontong akan selalu berwarna hijau.

6. Masukan aron ke dalam lontong sampai hampir penuh sekitar 3/4, sisakan tempat yang kosong hanya diujungnya saja.

7. Semat dengan lidi. Pastikan cara menyemat tepat agar tidak ada air yang masuk ke dalam lontong.

8. Tata lontong di dalam panci sampai penuh.

9. Siram air panas sampai semua lontong tertutup air.

10. Bila air menyusut, tambahkan kembali air panas.

11. Lontong perlu direbus selama 4 jam, atau 2 jam dalam presto.

(*)

(Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved