Pendidikan

Disdikpora DIY Ungkap Alasan Menerapkan Formula 80:10:10 untuk PPDB 2020

Berdasarkan SE Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 44 tahun 2020 menyebutkan bahwa PPDB jalur zonasi menggunakan nilai rapor.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Peserta audiensi yang membahas mengenai Juknis PPDB DIY 2020 dihadiri perwakilan orang tua siswa, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta anggota dewan, di Gedung DPRD DIY, Rabu (20/5/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kabid Perencanaan dan Pengembangan Mutu Disdikpora DIY Didik Wardoyo ketika audiensi di Gedung DPRD DIY menjelaskan bahwa bukan tanpa alasan pihaknya mencetuskan formula 80:10:10 yang terdiri dari nilai rapor : nilai rata-rata UN selama 4 tahun terkahir : nilai akreditasi sekolah.

Berdasarkan SE Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 44 tahun 2020 yang dikeluarkan pada 24 Maret 2020 menyebutkan bahwa PPDB jalur zonasi menggunakan nilai rapor. 

"Pak Menteri memberi kewenangan guru melakukan penilaian. Kita sadar betul di sekolah standarisasi memberikan nilai bisa berbeda, antar sekolah bisa berbeda, antar guru bisa berbeda. Tapi sayangnya (selama ini) bila di satu sekolah diberikan nilai (siswa) tidak cocok, tidak dilakukan komunikasi. Kita coba kalau kita menggunakan rapor 100 persen seperti (anjuran) Pak Menteri, maka seperti disampaikan, sekolah yang biasa menggunakan trend naik maka memiliki rata rata yang nggak optimal," terangnya, Rabu (20/5/2020).

Kemudian, lanjutnya, pihaknya mencoba memasukkan nilai UN 4 tahun terakhir dari sekolah yang bersangkutan.

Fortuna dan Fortandip Minta Juknis PPDB DIY Direvisi

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 21 Mei 2020, 2 Nakes RSUP Dr Sardjito Dinyatakan Positif

Berikutnya, selain nilai UN bila konteksnya menyangkut zona mutu pendidikan maka indikator yang digunakan adalah akreditasi.

"Kita coba memasukkan akreditasi yang menjadi cerminan yang telah dibangun sekolah," ucapnya.

Didik tak menampik, sederet uji coba dilakukan dengan formula yang berbeda.

Misalkan menerapkan perbandingan 80:10:10, kemudian 75:15:10, serta 75:10:15 yang terdiri dari rapor : nilai rata-rata UN 4 tahun terakhir : nilai akreditasi.

"Ini menjadi jalan tengah yang kami ambil bahwa dari sekolah yang posisinya di bawah, tidak diturunkan terlalu banyak, dan sekolah yang sudah settle, kenaikannya tidak ekstrem," bebernya.

Ia mengatakan bahwa juknis sudah diumumkan dengan melewati proses panjang mengubah SE yang dikeluarkan 24 Maret 2020.

"Saat ini posisi kami siap melaksanakan PPDB dengan skema tersebut," ucapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved