Kulon Progo
180 KK di Banjararum Kulon Progo Sudah Terima BLT Dana Desa
Kepala Dinas PMD, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo, Sudarmanto mengatakan, bahwa untuk wilayah Kulon Progo memang se
Penulis: Irvan Riyadi | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Irvan Riyadi
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo sudah menyalurkan BLT yang bersumber dari Dana Desa, kepada 180 kepala keluarga.
Kepala Dinas PMD, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo, Sudarmanto mengatakan, bahwa untuk wilayah Kulon Progo memang sebagian besar sudah mencairkan dan menyalurkan BLT Dana Desa tersebut.
"Sebagian besar memang sudah mulai sejak pekan lalu. Yang lain, dalam pekan ini, sesuai harapan, semua juga sudah melaksanakan," ujar Kadis PMD, Sudarmanto, Senin (18/5/2020).
• BLT Dana Desa Mulai Dibagikan ke Warga Terdampak Covid-19
Bantuan berupa dana tunai tersebut, diberikan sebagai subsidi kepada masyarakat terdampak selama masa covid-19, dan akan diberikan selama 3 bulan ke depan.
Diterangkan Warudi, Lurah Banjararum, sejumlah 180 KK tersebut, sudah menerima langsung melalui rekening BPD DIY milik masing-masing warga.
"Hitungannya per April, kami berikan pada Mei ini," ucap Warudi, Lurah Banjararum, kepada Tribunjogja.com, Senin (18/5/2020).
180 KK yang mendapatkan BLT dari DD, merupakan warga yang tidak tercover oleh bantuan lain, seperti PKH, maupun bantuan-bantuan sosial lain, termasuk dari Jadup DIY.
"Sebenarnya, untuk BLT DD, ini kuotanya lebih sedikit dari kuota penerima bantuan lain. Artinya, yang selama ini sudah terdata sebagai penerima bantuan (selain BLT DD), sydah tidak menerima," terang Warudi.
• Bank BPD DIY Salurkan BLT Dana Desa Kabupaten Sleman
Namun, menurut Warudi, ada kemungkinan kuota yang akan dicover oleh Dana Desa, bisa meningkat. Hal itu tergantung dengan belum adanya kepastian bantuan-bantuan lain seperti jadup DIY.
Sementara, menurut Warudi, masih ada sekitar 200 KK yang sejatinya akan menerima bantuan dari jadup tersebut.
"Belum ada kepastian kapannya juga sementara ini (jadup). Kemungkinan, kalau boleh kita sebut ektrimnya nanti, bisa jadi kita harus cover semua, sudah sempat koordinasi dengan pihak kabupaten," imbuh Warudi.
Selain 200an KK yang masih menunggu bantuan tersebut, Warudi, juga menyampaikan, untuk pemerataan bantuan jepada warga di Kalurahannya, pembenahan pendataan terus dilakukan oleh pihaknya.
Hal itu untuk memastikan validitas data penerima bantuan.
"Kita selalu sisir untuk pendataan, supaya tidak ada yang dobel (ganda) dalam penerimaan. Seperti dalam satu KK, ada bansos dengan nama penerima yang berbeda, tapi masih satu keluarga, itu kita pastikan lagi," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)